SUMENEP – Sebanyak lima warga di Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, terdeteksi memiliki hasil pemeriksaan gula darah acak (GDA) di atas 200 saat mengikuti kegiatan Ngobras Sehat yang digelar Puskesmas Batuan, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di rumah kader Yuli tersebut diikuti 50 warga. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap risiko penyakit tidak menular (PTM) yang kerap berkembang tanpa disadari masyarakat.
Dari 50 warga yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 45 orang mendapatkan hasil dalam kategori normal. Sementara lima peserta lainnya menunjukkan hasil pemeriksaan gula darah acak di atas 200.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala, khususnya terhadap faktor risiko penyakit tidak menular.
Ngobras Sehat tidak hanya berfokus pada pemeriksaan gula darah.
Puskesmas Batuan juga memberikan penyuluhan mengenai penyakit tidak menular, edukasi kesehatan, promosi kesehatan, serta pendampingan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok berisiko tinggi.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tenaga kesehatan, mulai dari bidan, perawat, dokter, hingga penanggung jawab jejaring.
Kepala Puskesmas Batuan, drg Emy Kristin Sasmoro, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan sekaligus mampu mengenali risiko penyakit tidak menular sejak dini.
“Kami memberikan penyuluhan tentang penyakit tidak menular, melaksanakan pemeriksaan kesehatan, edukasi, promosi kesehatan, hingga pendampingan kelompok risiko tinggi,” ujar Emy, , Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi informasi awal bagi warga agar lebih memperhatikan kondisi tubuh dan memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Melalui kegiatan Ngobras Sehat, Puskesmas Batuan berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pemeriksaan langsung di lingkungan warga diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih aktif melakukan deteksi dini dan tidak menunggu munculnya keluhan serius.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi dan pencegahan penyakit tidak menular di tingkat masyarakat.
Dengan pemeriksaan, edukasi, promosi kesehatan, serta pendampingan kelompok berisiko, Puskesmas Batuan terus mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Sebab, semakin cepat faktor risiko diketahui, semakin cepat pula langkah pencegahan dan tindak lanjut dapat dilakukan.
Penulis : Red







