PROBOLINGGO– Alun-alun Kraksaan menjadi saksi bisu dikukuhkannya komitmen baru Gerakan Pramuka Kabupaten Probolinggo. Tepat pada peringatan Hari Pramuka ke-65, Senin (31/8/2026), Wakil Bupati Probolinggo sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo, Kak Fahmi AHZ, resmi melantik jajaran pengurus Kwartir Ranting (Kwaran) hingga Brigade Penolong 13.13 untuk masa bakti 2026-2029.
Pelantikan yang dikemas dalam prosesi apel besar ini membawa pesan mendalam tentang esensi kepanduan. Kak Fahmi menegaskan bahwa roda organisasi Pramuka tidak boleh hanya sekadar berjalan, melainkan harus bergerak dinamis menjawab tantangan zaman dalam mencetak generasi muda yang tangguh.
“Tugas kita bukan sekadar membuat kegiatan Pramuka tetap berjalan. Tugas kita jauh lebih besar untuk memastikan Pramuka tetap relevan dalam membentuk generasi yang dibutuhkan oleh zamannya,” ujar Kak Fahmi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi pelantikan dilakukan secara simbolis kepada pengurus Gerakan Pramuka Kecamatan Gending. Suasana khidmat menyelimuti alun-alun saat Camat Gending Winda Permata Erianti selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), bersama Ketua Kwaran Irawan, dan Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Eka Wahyudi membacakan ikrar pengabdian mereka.
Di saat yang sama, pasukan tanggap darurat Brigade Penolong 13.13 juga turut dikukuhkan.Di hadapan ratusan kader, Kak Fahmi mengingatkan agar seluruh pengurus tidak terjebak dalam formalitas struktural atau berebut posisi.
Baginya, Pramuka adalah wadah mencetak pemuda yang kritis, bertanggung jawab, berakhlak, dan andal dalam bekerja sama.Ia meminta setiap anggota merenungkan kembali esensi menjadi seorang pandu, ketimbang meributkan status atau jabatan di dalam organisasi.
“Jangan bertanya apa posisi kita dalam Pramuka. Bertanyalah apa yang dapat kita lakukan untuk Pramuka,” tegasnya menyemangati para kader.
Menutup arahannya, Kak Fahmi mengajak seluruh elemen kepengurusan yang baru dilantik untuk langsung turun ke masyarakat dan menyatukan langkah.
Ia berharap wajah Pramuka Probolinggo ke depan adalah gerakan yang hidup, nyata, dan kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.”Pramuka bukan tentang jabatan. Pramuka adalah tentang pengabdian. Mari kita bangun Pramuka sebagai gerakan yang hidup dan memberikan manfaat,” pungkasnya.








