SUMENEP, Detikzone.id – Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep kembali meraih penghargaan sebagai stand terbaik pertama dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Nigh Vaganza 2026.
Pengumuman stand terbaik tersebut disampaikan di atas panggung setelah kegiatan Madura Bersholawat, Kamis (3/9/2026) malam.
Bappeda Sumenep berada di peringkat pertama. Posisi kedua ditempati Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, disusul Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di peringkat ketiga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara peringkat keempat diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep, peringkat kelima Dinas Perikanan, dan peringkat keenam RSUD H. Moh. Anwar Sumenep.
Capaian tersebut tidak terlepas dari konsep dan berbagai materi yang ditampilkan Bappeda selama pelaksanaan Pameran Pembangunan. Stan Bappeda tidak hanya menyajikan data pembangunan, tetapi juga dikemas dengan konsep budaya dan sejumlah kegiatan interaktif.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja bersama sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pameran.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat mencoba fasilitas video booth di Stan Bappeda dalam rangkaian Madura Nigh Vaganza 2026 di Lapangan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Menurut Arif, keberadaan Stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan tidak semata-mata untuk mengejar penghargaan.
“Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan dan semangat pengabdian. Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, tujuan utama Bappeda mengikuti pameran adalah memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengetahui berbagai informasi mengenai pembangunan Kabupaten Sumenep.
“Tujuan utama kami bukan untuk mendapatkan juara, tetapi bagaimana masyarakat bisa datang, melihat dan memahami apa yang sudah dilakukan pemerintah, termasuk bagaimana arah pembangunan Sumenep ke depan,” katanya.
Menurutnya, penghargaan yang diterima Bappeda merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja bersama seluruh jajaran.
“Kalau kemudian mendapat apresiasi dan menjadi stand terbaik, tentu kami bersyukur. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana informasi pembangunan bisa tersampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Angkat Konsep Keraton dan Pendopo
Dalam Pameran Pembangunan MNV 2026, Bappeda mengusung konsep Keraton dan Pendopo Sumenep sebagai identitas utama stan.
Konsep tersebut memadukan unsur budaya daerah dengan berbagai informasi mengenai perencanaan dan pembangunan Kabupaten Sumenep.

Pendopo menggambarkan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah, menyampaikan aspirasi dan membangun kesepakatan. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan koordinasi dan partisipasi berbagai pihak.
Sementara Keraton Sumenep menjadi representasi sejarah, identitas dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari karakter daerah.
Arif mengatakan, konsep tersebut dipilih untuk menunjukkan bahwa pembangunan daerah tetap memiliki keterkaitan dengan sejarah dan identitas Sumenep.
“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” jelasnya.
Sajikan Capaian dan Arah Pembangunan
Pengunjung Stan Bappeda dapat melihat berbagai informasi strategis mengenai pembangunan Kabupaten Sumenep.
Di antaranya delapan program unggulan periode 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.
Berbagai indikator pembangunan juga ditampilkan, seperti tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.
Tidak hanya menyajikan capaian, Bappeda juga memberikan gambaran mengenai arah pembangunan lima tahun ke depan.
Informasi tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa, peningkatan pelayanan kesehatan, pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa.
Pada sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan tetap memperhatikan lingkungan serta keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Masyarakat Diperkenalkan Proses Perencanaan
Selain capaian pembangunan, masyarakat juga dapat mengetahui bagaimana sebuah program pembangunan direncanakan.
Melalui sejumlah infografis, Bappeda menampilkan tahapan penyusunan RKPD, mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.
“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” jelas Arif.
Dengan penyajian tersebut, masyarakat tidak hanya melihat hasil pembangunan, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai proses yang dilakukan pemerintah daerah sebelum sebuah program ditetapkan.
Wakil Bupati Apresiasi Kreativitas Bappeda
Stan Bappeda juga mendapat perhatian dari Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim saat melakukan kunjungan.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati melihat langsung berbagai materi dan aktivitas yang disiapkan Bappeda.
Konsep Keraton dan Pendopo dipadukan dengan informasi pembangunan, inovasi, kuis dan berbagai kegiatan interaktif yang disiapkan untuk pengunjung.
Penyajian tersebut membuat informasi pembangunan tidak disampaikan secara monoton. Masyarakat dapat melihat berbagai informasi sekaligus mengikuti aktivitas yang tersedia di dalam stan.
Video Booth, Kuis dan Lomba Foto
Untuk memberikan ruang interaksi kepada pengunjung, Bappeda menyediakan video booth gratis yang dapat digunakan masyarakat untuk mengabadikan momen selama berada di stan.
Selain itu, berbagai kuis dan hadiah juga disiapkan bagi pengunjung.
Bappeda turut menggelar Lomba Foto yang terbuka untuk masyarakat umum. Peserta dapat mengabadikan aktivitas, suasana, ornamen maupun berbagai keunikan Stan Bappeda menggunakan smartphone.
Pengambilan foto berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026. Karya kemudian diunggah melalui akun Instagram pribadi peserta yang tidak dikunci dengan melakukan mention atau tag akun @bappedasumenep.official serta menggunakan tagar yang telah ditentukan.
Lima pemenang dengan karya terbaik mendapatkan bingkisan dan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.
Kerja Bersama Jajaran Bappeda
Di balik konsep dan berbagai kegiatan yang ditampilkan, terdapat kerja bersama seluruh jajaran Bappeda sejak tahap persiapan.
Arif menyampaikan apresiasi kepada seluruh staf yang telah terlibat dalam menyiapkan stan hingga pelaksanaan berbagai kegiatan selama pameran.
“Berkat kerja keras, kerja cerdas, kekompakan, kebersamaan dan semangat pengabdian, stan ini dapat terbangun, terselesaikan dan dimeriahkan acara setiap harinya,” ungkapnya.
Menurut Arif, kekompakan menjadi salah satu bagian penting dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, termasuk dalam menyiapkan Stan Bappeda.
Ia berharap penghargaan sebagai stand terbaik dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi.
“Pihaknya berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan inovasi dan memberikan informasi pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.







