Gonjang-Ganjing Hasil Festival Tong-Tong Sumenep 2026 Bikin Gaduh

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP— Gonjang-ganjing hasil Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026 membuat gaduh publik. Perbedaan informasi mengenai hasil penilaian hingga penetapan Juara Umum bikin geleng geleng kepala dan tanda tanya tak biasa dari kalangan peserta dan masyarakat luas.  Sejumlah dokumen yang beredar menunjukkan informasi yang tidak sepenuhnya sama. Ada tabel penilaian yang memuat nilai dewan juri, daftar peringkat berdasarkan total nilai, serta pamflet yang mencantumkan hasil juara.

Dalam salah satu tabel penilaian yang beredar, Angin Ribut tercatat memperoleh total nilai tertinggi dengan 3.167 poin. Posisi berikutnya ditempati Barong Ireng dengan 3.160 poin, kemudian Baladewa dengan 3.157 poin.
Namun, pada pamflet hasil Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026 yang juga beredar, Baladewa justru tercantum sebagai Juara Umum.

Perbedaan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mendasar, apa sebenarnya mekanisme yang digunakan untuk menentukan Juara Umum?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nilai Tertinggi Angin Ribut, Baladewa Tercantum Juara

Tabel yang beredar memuat penilaian terhadap 27 peserta dengan sejumlah kategori, di antaranya penyaji, aransemen, dekorasi dan tari. Jika melihat kolom total, Angin Ribut berada di posisi teratas dengan 3.167 poin. Barong Ireng berada di urutan kedua dengan 3.160 poin, sedangkan Baladewa memperoleh 3.157 poin.

Daftar 10 besar berdasarkan akumulasi nilai yang beredar juga kembali menempatkan Angin Ribut di posisi pertama.

Namun, ketika publik melihat pamflet hasil juara, nama yang muncul sebagai Juara Umum adalah Baladewa.
Perbedaan tersebut tentu membutuhkan penjelasan, terutama apabila penetapan Juara Umum memang menggunakan formula atau bobot penilaian tertentu di luar akumulasi nilai.

Jika memang terdapat mekanisme khusus, peserta dan masyarakat dinilai berhak mengetahui dasar penghitungannya.

Salah seorang peserta, FP, mengaku kecewa dengan munculnya sejumlah versi hasil.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan piala, tetapi menyangkut kepercayaan terhadap proses penyelenggaraan festival.

“Kalau saya simak, festival ini sudah kehilangan marwahnya. Tahun depan kami tidak akan ikut,” katanya.

 

FP berharap panitia dan dewan juri memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses penilaian hingga penetapan juara.

FB menegaskan, seluruh peserta telah mengerahkan waktu, tenaga dan biaya untuk mempersiapkan penampilan. Karena itu, hasil akhir semestinya memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peserta lainnya, RS, menyoroti perbedaan antara tabel penilaian dengan pamflet hasil juara.
Ia menyebut kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya permainan dalam proses penentuan hasil.

“Ada dugaan permainan,” ujarnya.

RS berharap dugaan tersebut segera dijawab melalui klarifikasi resmi dari panitia dan dewan juri.

Ia meminta mekanisme penilaian dibuka secara transparan, termasuk bobot setiap kategori dan cara menentukan Juara Umum.

RS juga menyinggung perbedaan antara nilai total, peringkat dan hasil akhir yang beredar.

Menurutnya, jika memang ada formula khusus, hal tersebut seharusnya dijelaskan kepada peserta sehingga tidak menimbulkan persepsi berbeda.

“Publik sudah paham siapa juaranya,” kata RS.

Namun, menurut dia, persoalan yang perlu dijelaskan adalah dasar penetapan juara tersebut.

Panitia dan Dewan Juri Mestinya Satu Hati

Sementara itu, pihak peserta lainnya menyoroti belum jelasnya keputusan resmi yang menjadi dasar penetapan hasil.

Menurutnya, panitia dan dewan juri seharusnya memiliki satu acuan dan menyampaikan hasil yang sama kepada publik.

“Panitia dan dewan juri mestinya satu hati. Jangan sampai muncul hasil yang berbeda-beda. Hingga kini belum ada SK keputusan dewan juri. Kami semua masih menunggu hasil resmi dan kejelasannya,” jelasnya.

Ia menyebut, keberadaan keputusan resmi dewan juri penting untuk memastikan hasil yang beredar memiliki dasar yang jelas.

Pihaknya berharap panitia segera menyampaikan keputusan final secara terbuka agar polemik tidak semakin berkembang.

MN Minta Jangan Ada Informasi yang Menggantung

Peserta lainnya, MN, juga meminta panitia segera memberikan klarifikasi.
Menurutnya, munculnya berbagai dokumen hasil tanpa penjelasan yang utuh justru membuat masyarakat menarik kesimpulan masing-masing.

“Kalau memang ada rumus atau bobot tertentu, jelaskan secara terbuka. Jangan sampai peserta hanya menerima hasil akhirnya,” ujarnya.

MN berharap panitia dan dewan juri dapat memberikan penjelasan berdasarkan data dan dokumen resmi.
Baginya, transparansi tidak hanya penting bagi peserta yang memperoleh juara, tetapi juga bagi seluruh kelompok yang telah mengikuti festival.

Tiga Versi Hasil Jadi Perhatian
Dengan beredarnya sejumlah dokumen tersebut, publik kini melihat setidaknya tiga informasi yang perlu dijelaskan.
Pertama, tabel penilaian yang mencatat Angin Ribut sebagai pemilik nilai total tertinggi dengan 3.167 poin.

Kedua, daftar Top 10 berdasarkan total nilai yang juga menempatkan Angin Ribut di posisi pertama.

Ketiga, pamflet hasil juara yang mencantumkan Baladewa sebagai Juara Umum. Perbedaan itu tidak otomatis membuktikan adanya kesalahan atau kecurangan. Namun, kondisi tersebut cukup untuk menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme penetapan hasil.
Panitia dan Dewan Juri Ditunggu Klarifikasinya

Untuk mengakhiri polemik, panitia dan dewan juri dinilai perlu memberikan penjelasan secara resmi.

Setidaknya, publik membutuhkan informasi mengenai rekapitulasi nilai seluruh peserta, bobot setiap kategori, mekanisme perangkingan, dasar penentuan Juara Umum serta keputusan resmi dewan juri.

Jika Baladewa memang ditetapkan sebagai Juara Umum melalui mekanisme tertentu, dasar penetapannya perlu dijelaskan. Sebaliknya, jika terdapat kesalahan dalam dokumen atau pamflet yang beredar, koreksi resmi juga diperlukan.

Dengan demikian, tidak ada lagi ruang bagi tafsir berbeda di tengah masyarakat.

Dugaan Permainan Belum Terbukti
Pernyataan mengenai adanya dugaan permainan yang disampaikan peserta merupakan dugaan narasumber dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta tanpa bukti serta klarifikasi dari pihak terkait. Karena itu, polemik tersebut sebaiknya dijawab melalui data, bukan saling tuding.

Festival Musik Tong-Tong merupakan bagian dari kesenian dan kebudayaan Madura. Para peserta telah memberikan penampilan terbaik dengan persiapan yang tidak sedikit.

Karena itu, kejelasan hasil menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan peserta sekaligus marwah festival. Kini, publik menunggu keputusan resmi yang menjelaskan siapa Juara Umum Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026 dan bagaimana dasar penetapannya.

Sebab, selama Angin Ribut tercatat memiliki nilai tertinggi 3.167 poin, sementara Baladewa tercantum sebagai Juara Umum, pertanyaan publik akan tetap sama: Apa dasar sebenarnya dalam menentukan Juara Umum?

Berita Terkait

Langkah Awal Menuju BPD 2026–2034, Desa Sawahmulya Gelar Musyawarah Pembentukan Panitia
Pimpin Apel Pagi, Camat Gayam Sumenep Tekankan Disiplin dan Integritas
Menuju Hari ke-101, Detikzone Konsisten Hadirkan Kebaikan Lewat Sedekah Setiap Hari di Sumenep
JSI Apresiasi Petugas Kebersihan DLH Sumenep, Sebut Mereka sebagai Mujahid Lingkungan
Dari Bawean hingga Malaysia, 171 Jemaah Bersiap Umrah Bersama PT Habibi Rizky Elsyarif
Pimpinan Yakuza Maneges Siap Tindak Hukum Siapapun yang Manfaatkan Nama Organisasi untuk Kepentingan Pribadi
Semangat Agustusan Belum Padam, Garuda Dayabata Gelar Jalan Sehat Penuh Kebersamaan, Samsat Bawean Turut Beri Dukungan
Didukung HM Family, Sabda Alam Pamekasan Raih Penghargaan Dekorasi Terbaik Festival Musik Tongtong se-Madura di Sumenep  

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:29 WIB

Langkah Awal Menuju BPD 2026–2034, Desa Sawahmulya Gelar Musyawarah Pembentukan Panitia

Senin, 7 September 2026 - 14:49 WIB

Pimpin Apel Pagi, Camat Gayam Sumenep Tekankan Disiplin dan Integritas

Minggu, 6 September 2026 - 21:14 WIB

Menuju Hari ke-101, Detikzone Konsisten Hadirkan Kebaikan Lewat Sedekah Setiap Hari di Sumenep

Minggu, 6 September 2026 - 20:25 WIB

JSI Apresiasi Petugas Kebersihan DLH Sumenep, Sebut Mereka sebagai Mujahid Lingkungan

Minggu, 6 September 2026 - 17:36 WIB

Gonjang-Ganjing Hasil Festival Tong-Tong Sumenep 2026 Bikin Gaduh

Berita Terbaru