PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat membentengi masa depan generasi muda di wilayah dataran tinggi Kecamatan Krucil. Melalui sinergi Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi (KGM) serta Tim Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (Promkes), Dinkes menggelar aksi edukasi kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi seimbang di SMA Zainul Hasan 2 dan MTs Zainul Hasan 3 Tambelang, Selasa (15/9/2026).
Suasana ruang pertemuan tampak hidup saat sekitar 100 siswa putra dan putri berkumpul. Mereka tidak sekadar duduk mendengarkan, melainkan diajak menyelami pentingnya menjaga aset paling berharga dalam hidup mereka, yaitu kesehatan fisik dan reproduksi sejak dini.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa intervensi kesehatan di lingkungan sekolah merupakan langkah krusial. Remaja hari ini dihadapkan pada banyak pilihan gaya hidup yang jika salah melangkah, taruhannya adalah masa depan mereka sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Edukasi di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran remaja agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sri Wahyu Utami menekankan.
Ia menambahkan, pengetahuan ini tidak boleh berhenti sebagai hafalan di buku catatan. “Remaja diharapkan mampu menerapkan kebiasaan sehat ini sehari-hari dan menjadi agen perubahan yang membangun lingkungan pertemanan yang lebih sehat,” harapnya.
Pada sesi Aksi Bergizi, Dinkes menghadirkan Achmad Dzulkifli dari Persagi Kota Batu. Di hadapan para pelajar yang sedang dalam masa pertumbuhan emas, Achmad membedah tuntas formula pola makan bergizi seimbang. Siswa dituntun untuk lebih jeli memilih makanan sehat dan mengabaikan jajanan minim nutrisi demi menyokong energi aktivitas harian mereka.
Tak kalah penting, bahasan sensitif namun krusial mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja dikupas lugas oleh Sutilah, JF Adminkes Dinkes Kabupaten Probolinggo. Sutilah membekali para siswa dengan pemahaman perubahan fisik dan psikologis selama masa pubertas. Ia juga menanamkan benteng moral dan klinis agar para remaja berani menghindari perilaku berisiko yang bisa mengancam kesehatan maupun cita-cita mereka.
Edukasi ini berjalan dua arah. Sesi diskusi interaktif dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa untuk berkonsultasi langsung mengenai problem khas remaja dengan pemateri serta Tim Dinkes. Melalui kegiatan ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo menaruh harapan besar agar ratusan pelajar Tambelang ini mampu menjadi ‘virus penular kebaikan’ bagi teman sebaya di sekolah maupun lingkungan rumah mereka.
Penulis : Moch Solihin







