SUMENEP, Jumat, 18 September 2026 — Di tengah tuntutan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat, jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep diajak kembali mengingat satu hal mendasar: setiap jabatan adalah amanah dan setiap pekerjaan memiliki tanggung jawab.
Pesan itu mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Diskominfo Sumenep di Aula Kantor setempat, Jumat (18/9/2026).
Peringatan tersebut diikuti seluruh jajaran pegawai dengan menghadirkan penceramah K. Akhmad Fauzil Yakin. Bukan sekadar memperingati kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan itu menjadi momentum untuk meneladani akhlak Nabi dalam menjalankan tugas sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, mengingatkan jajarannya agar tidak menjadikan jabatan semata-mata sebagai posisi, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Semoga kita mendapat manfaat dengan meneladani sifat Nabi. Sifat-sifat beliau menuntun kita pada keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, dan komitmen,” ujar Indra.
Menurutnya, pekerjaan tidak selalu mudah. Namun, setiap tugas harus tetap dijalankan dengan kesabaran dan kebersamaan, terlebih tugas pelayanan berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Tugas kita memang berat, tapi mari jalani bersama dengan kekompakan. Bagian dari ikhlas, sabar, dan disiplin. Rezeki sudah ada yang mengatur,” katanya.
Bagi Indra, kekompakan bukan sekadar bekerja dalam satu kantor. Lebih dari itu, seluruh pegawai harus mampu membangun rasa peduli dan saling menguatkan ketika menghadapi persoalan.
Ia meminta agar lingkungan kerja dibangun seperti keluarga. Tidak boleh ada sikap saling menjatuhkan, terlebih ketika salah satu rekan sedang menghadapi kesulitan.
“Jadikan momentum ini untuk lebih erat, seperti satu keluarga. Jangan sampai ada yang senang melihat temannya susah. Permasalahan selesaikan bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, Indra juga mengingatkan agar Diskominfo Sumenep tidak tertinggal menghadapi perkembangan zaman. Inovasi dan digitalisasi harus terus diperkuat agar seluruh jajaran mampu mengikuti perubahan teknologi.
“Mari jaga dan pererat hubungan, jaga nama baik instansi, dan lebih profesional serta semangat dalam melaksanakan tugas,” pungkasnya.
Keteladanan Rasulullah dan Makna Sebuah Pengabdian
Pesan tentang amanah tersebut kemudian diperkuat dalam tausiyah K. Akhmad Fauzil Yakin.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani kehidupan beliau, terutama dalam ibadah, kepemimpinan dan kepedulian terhadap umat.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok pemimpin yang mampu merasakan kondisi dan penderitaan orang-orang yang dipimpinnya.
“Nabi Muhammad SAW hatinya selalu hidup, senantiasa menyatu kepada Allah SWT dan selalu tersenyum dalam menghadapi umatnya. Selanjutnya, para ulama pun hatinya senantiasa bersambung kepada Ilahi,” tuturnya.
Ia menambahkan, hati yang senantiasa terpaut kepada Allah SWT akan memengaruhi cara seseorang menjalankan kehidupannya, termasuk ketika bekerja dan melaksanakan tanggung jawab.
Dengan keikhlasan, pekerjaan tidak hanya dipandang sebagai rutinitas, tetapi dapat menjadi bagian dari ibadah dan membawa keberkahan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Diskominfo Sumenep pun menjadi pengingat bahwa di balik setiap tugas, terdapat amanah yang harus dijaga; di balik setiap jabatan, terdapat tanggung jawab; dan di balik pelayanan kepada masyarakat, terdapat nilai pengabdian yang perlu dijalankan dengan keikhlasan.







