Jinakkan Kusut Lalu Lintas Bromo: Dishub Probolinggo Siapkan Free Area dan Uji Kelaikan Massal Jeep Wisata

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Lonjakan wisatawan ke Seruni Point, Kecamatan Sukapura, kerap memicu urat nadi lalu lintas di lereng Gunung Bromo tersumbat. Merespons persoalan klasik tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menyiapkan jurus terpadu,mulai dari sterilisasi jalur manuver, uji kelaikan armada jeep, hingga rekayasa arus kendaraan.

Komitmen penataan ini digodok matang dalam Rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar di ruang pertemuan Dishub Kabupaten Probolinggo, Rabu (16/9/2026).

Rapat lintas sektoral ini mempertemukan unsur pengamanan, pariwisata, hingga pelaku industri wisata Bromo secara hibrida.Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto, menegaskan bahwa pembenahan Seruni Point tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Masalah yang dihadapi saling mengunci, mulai dari keterbatasan lahan parkir hingga faktor keselamatan armada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penataan kawasan Seruni Point perlu dilakukan secara bersama-sama. Kita tidak hanya berbicara mengenai parkir, tetapi juga memastikan kendaraan jeep yang digunakan wisatawan memenuhi aspek kelaikan serta lalu lintas tetap aman dan lancar,” ujar Edy tegas.

Titik krusial yang menjadi sorotan adalah aksi parkir liar di sisi kanan dan kiri jalan menuju Seruni Point. Saat musim liburan (high season), penumpukan jeep di bahu jalan ini menjadi biang keladi kemacetan total.Sebagai solusi jangka pendek, Forum LLAJ sepakat menetapkan zona bebas parkir (free area) di sepanjang jalur kritis tersebut. Area steril ini akan dipasangi marka tegas dan banner peringatan. Fungsinya vital: memberikan ruang manuver bagi jeep yang hendak melintas atau berputar arah.Namun, Edy mengingatkan bahwa aturan ini hanya akan menjadi macan kertas tanpa kedisiplinan para sopir.

“Free area ini harus benar-benar dijaga agar tidak digunakan untuk parkir. Ruang tersebut diperlukan sebagai tempat manuver kendaraan sehingga ketika terjadi peningkatan jumlah wisatawan, arus kendaraan tetap dapat bergerak dan kemacetan bisa ditekan,” imbuhnya.

Aspek keselamatan juga mendapat porsi perhatian besar mengingat kontur jalan menuju Bromo yang sempit dan ekstrem. Kepala Bidang LLAJ Dishub Kabupaten Probolinggo, Bambang Singgih Hartadi, mengumumkan akan menggelar uji portable massal terhadap armada jeep pada 28, 29, dan 30 September 2026.

Dua posko pemeriksaan disiapkan, yakni di Gerbang Wisata Sukapura dan Terminal Jembatan Kaca. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan seluruh jaminan keselamatan kendaraan terpenuhi sebelum mengangkut wisatawan.Menariknya, Dishub tidak berjalan sendiri.

Mereka akan memberdayakan warga lokal untuk mengelola perparkiran. Sebelum diterjunkan ke lapangan, masyarakat sekitar akan dibekali pelatihan khusus mengenai pengaturan regulasi lalu lintas yang tertib.Selain itu, Terminal Jembatan Kaca resmi akan dioptimalkan sebagai kantong parkir utama guna menyedot beban kendaraan yang biasanya meluber ke badan jalan.

Forum LLAJ juga menyoroti dinamika lapangan yang sering memicu kekacauan arus: penutupan kawasan wisata secara mendadak oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ketika akses utama ditutup tiba-tiba, ribuan wisatawan otomatis berbelok arah ke Seruni Point secara bersamaan, memicu bottle neck parah.

Merespons hal itu, forum mendesak adanya koordinasi sistem informasi yang lebih dini agar pelaku wisata dapat melakukan mitigasi sebelum kendaraan telanjur menumpuk di atas. Di sisi lain, aspek proteksi keselamatan jiwa berupa asuransi Jasa Raharja juga mulai dimatangkan.Menutup rakor, Bambang Singgih mengingatkan bahwa wajah pariwisata Bromo yang aman dan tertib adalah tanggung jawab kolektif.

“Penataan ini tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan komitmen pengemudi jeep, masyarakat, pengelola kawasan, aparat, dan seluruh pihak terkait agar kelaikan kendaraan, parkir, dan kelancaran lalu lintas dapat berjalan bersama,” pungkas Bambang.

Berita Terkait

Camat, Sekcam hingga Pejabat RSUD Berganti, Wabup Sumenep Titip Pesan Soal Amanah dan Pelayanan
Pesan Maulid Nabi di Diskominfo Sumenep: Ikhlas Bekerja, Kompak Menghadapi Persoalan
Moh Syafie Roa Dilantik Jadi Sekcam Kangayan, Amanah Baru di Tengah Harapan Kemajuan Kepulauan Sumenep
Pemkot Kediri Pantau Pemeliharaan Sumur PDAM di Perumahan Wilis Indah, Target Beroperasi Akhir September
Kadisbudporapar Sumenep Ajak Wartawan dan Seluruh Elemen Sukseskan MEC 2026 yang Angkat Sejarah Keraton Sumenep, Citra Daerah Dijaga Bersama
SIPINTAR PPID Jadi Andalan Baru Sumenep, Informasi Publik Dikelola Lebih Terintegrasi
Sumenep dan Blitar Satukan Langkah, Kerja Sama Lintas Sektor Dibidik Jadi Penggerak Pembangunan
Wujudkan Akurasi DTSEN, Dinsos Kota Kediri Verifikasi Ulang Ribuan Data

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:05 WIB

Camat, Sekcam hingga Pejabat RSUD Berganti, Wabup Sumenep Titip Pesan Soal Amanah dan Pelayanan

Jumat, 18 September 2026 - 14:44 WIB

Jinakkan Kusut Lalu Lintas Bromo: Dishub Probolinggo Siapkan Free Area dan Uji Kelaikan Massal Jeep Wisata

Jumat, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Pesan Maulid Nabi di Diskominfo Sumenep: Ikhlas Bekerja, Kompak Menghadapi Persoalan

Jumat, 18 September 2026 - 10:53 WIB

Moh Syafie Roa Dilantik Jadi Sekcam Kangayan, Amanah Baru di Tengah Harapan Kemajuan Kepulauan Sumenep

Jumat, 18 September 2026 - 09:31 WIB

Pemkot Kediri Pantau Pemeliharaan Sumur PDAM di Perumahan Wilis Indah, Target Beroperasi Akhir September

Berita Terbaru