PROBOLINGGO – Langkah awal menuju panggung prestasi tertinggi olahraga Kabupaten Probolinggo resmi dimulai. Di bawah sorot lampu Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, komitmen baru dikukuhkan seiring dilantiknya pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo periode 2026–2030 pada Kamis malam (1/10/2026).
Di bawah komando Reno Handoyo, nakhoda baru ini langsung dihadapkan pada target besar: mendongkrak peringkat daerah dan menembus posisi 15 besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
Prosesi sakral pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur, Muhammad Nabil. Momentum epik terjadi saat pataka KONI Jawa Timur diserahkan kepada Reno Handoyo, menyusul penandatanganan berita acara yang menandai dimulainya era baru pembinaan olahraga di Bumi Rengganis. Reno sendiri sebelumnya telah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) pada 1 Agustus 2026 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, yang hadir memberikan apresiasi tinggi kepada kepengurusan terdahulu yang sukses mengantar daerah ini bertengger di peringkat 19 Jawa Timur. Namun, bagi pria yang akrab disapa Gus Haris ini, pencapaian tersebut bukanlah titik henti, melainkan batu loncatan.
“Saya harap kepengurusan KONI yang baru ini nantinya mampu merangkai semangat bersama untuk benar-benar membuat Kabupaten Probolinggo sarat dengan prestasi olahraga hingga ke 15 besar,” tegas Gus Haris penuh optimisme.
Lebih dari sekadar angka dan medali di papan skor, Gus Haris menekankan bahwa arena olahraga adalah laboratorium utama dalam mencetak karakter generasi muda. Karena itu, ia meminta sinergi antara KONI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan seluruh cabang olahraga (cabor) diperkuat, terutama dalam menjamin kesejahteraan serta penghargaan bagi para atlet dan pelatih.
“Semoga KONI Kabupaten Probolinggo mampu membawa Probolinggo SAE, sekaligus menjadi daerah dengan atlet-atlet yang bermental juara,” imbuhnya.
Tantangan besar ini disambut positif oleh Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil. Mengingat waktu yang kian berkejaran—di mana Porprov berikutnya di Kota Surabaya menyisakan waktu kurang lebih sembilan bulan—Nabil mendorong kepengurusan Reno Handoyo untuk bergerak taktis. Salah satunya dengan memperluas partisipasi cabor potensial.
“Satu hal yang saya sampaikan, semua akan bisa dilakukan dalam bidang keolahragaan dan dipersilahkan ditambah lagi cabor-cabor untuk berpartisipasi ke depannya,” tutur Nabil menekankan pentingnya akselerasi.
Kini, bola spekulasi dan harapan berada di tangan Reno Handoyo. Hingga tahun 2030 mendatang, tugas berat untuk meramu kualitas pelatih, menajamkan bakat atlet, dan membangun ekosistem olahraga yang sehat akan menjadi pembuktian bagi kepengurusan baru ini demi membawa nama Probolinggo bersinar di kancah regional hingga internasional.







