Misteri CCTV SD Favorit di Pemalang Rusak Saat Dugaan Perundungan MHA Terjadi ?

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang-  Kasus meninggalnya MHA, siswa kelas II sekolah dasar di Kecamatan Pemalang, kabupaten Pemalang,Jawa Tengah, menyisakan sejumlah pertanyaan. Selain dugaan perundungan yang diungkap keluarga, keberadaan kamera pengawas atau CCTV di sekolah kini ikut menjadi sorotan.

Pertanyaan itu muncul setelah Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengungkap bahwa sistem CCTV di sekolah tempat MHA ( 8 ) belajar tidak berfungsi secara optimal saat dilakukan penelusuran terkait dugaan kejadian antar siswa.

Benarkah CCTV tersebut memang mengalami kerusakan? Sejak kapan tidak berfungsi? Mengapa alat pengawasan yang semestinya membantu memantau aktivitas siswa justru tidak dapat memberikan gambaran utuh mengenai peristiwa yang kini menjadi perhatian publik?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting karena keluarga MHA sebelumnya mengungkap bahwa korban sempat bercerita kepada ibunya bahwa dirinya diduga dipukuli oleh tiga kakak kelas.

Ibu korban, Diah Indriati (36), warga Kelurahan Kebondalem, mengatakan dirinya awalnya tidak mengetahui dugaan kekerasan yang dialami anaknya.

Menurut Diah, MHA sempat mengalami demam, muntah dan keluhan sakit pada bagian tubuh tertentu. Setelah diperiksa di fasilitas kesehatan, keluarga kemudian mendapat informasi mengenai adanya dugaan bekas benturan atau pukulan.

“Anak saya baru cerita, ‘Iya Bu, saya dipukuli kakak kelas, ada tiga anak, Sejak kejadian itu ia memeriksakan anaknya, kemudian sempat opname,” ujar Diah,” Jum at (2/10), kemarin.

MHA kemudian sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang. Namun, kondisi korban menurut keluarga tidak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia di rumah.

Sementara itu saat dikonfirmasi awak media,pada saat takziah ke rumah duka, Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan dirinya telah mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan mengenai kronologi dugaan kejadian tersebut.

Menurut informasi awal yang diterimanya, memang terdapat perselisihan antar-siswa yang kemudian disebut berujung pada senggol-senggolan dan pemukulan.

“Tadi kami langsung ke sekolah menanyakan kronologi kejadian. Informasi yang kami dapat, anak MHA memang ada perselisihan, kemudian terjadi senggol-senggolan dan pemukulan,” kata Nurkholes.

Namun, Dirinya menegaskan penyebab pasti meninggalnya MHA belum dapat disimpulkan dan masih membutuhkan pemeriksaan medis serta penelusuran lebih lanjut.

“Kejadiannya cukup lama dan ini nanti tentu sudah dilakukan otopsi. Kita tunggu seperti apa hasilnya,” ujarnya.

Di tengah proses penelusuran tersebut, persoalan CCTV sekolah menjadi perhatian tersendiri.

Nurkholes mengakui terdapat persoalan pada sistem CCTV di sekolah. Kondisi itu membuat rekaman kamera pengawas tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk mengungkap secara utuh apa yang terjadi.

“Yang jelas seluruh sekolah harus kita pasang CCTV dan alat perekam itu harus berjalan,” tegas Nurkholes.

Persoalan CCTV bukan hanya menyangkut apakah perangkat tersebut rusak atau tidak. Yang menjadi pertanyaan lebih besar adalah bagaimana sistem pengawasan dan pencegahan kekerasan terhadap siswa dijalankan di lingkungan sekolah.

Pemerintah Kabupaten Pemalang berencana mengevaluasi mekanisme pengawasan serta sistem pelaporan agar siswa maupun orang tua dapat menyampaikan dugaan kekerasan tanpa rasa takut.

“Biasanya masih ada ketakutan anak untuk melaporkan. Ini yang nanti kita cari formulanya agar sekolah ramah anak dan siapapun yang bertengkar segera melapor,” ujar Nurkholes.

Terkait dugaan kelalaian pihak sekolah, Nurkholes mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kejadian tersebut belum dapat langsung dikategorikan sebagai kelalaian sekolah.

“Ini berdasarkan informasi tadi bukan kelalaian. Pada saat kejadian, siswa sudah ditanya dan tidak ada rasa sakit yang dirasakan,” katanya.

Meski demikian, kondisi CCTV yang tidak berfungsi optimal tetap menjadi bagian yang perlu dievaluasi.

Sebab, ketika terjadi dugaan kekerasan di lingkungan sekolah, rekaman CCTV dapat menjadi salah satu bahan untuk membantu memperjelas kronologi, bersama keterangan korban, saksi, pihak sekolah, pemeriksaan medis dan bukti lainnya.

Kini keluarga MHA masih menunggu kejelasan mengenai rangkaian peristiwa yang dialami anaknya.

Dugaan perundungan yang disampaikan keluarga masih perlu diverifikasi melalui keterangan pihak sekolah, para siswa yang diduga terlibat, saksi-saksi, pemeriksaan medis, serta penelusuran aparat berwenang.

Pertanyaan besarnya kini bukan hanya apa yang terjadi pada MHA, tetapi juga: mengapa CCTV di sekolah tidak dapat memberikan gambaran mengenai kejadian tersebut? Benarkah hanya karena kerusakan teknis, dan sejak kapan kamera pengawas itu tidak berfungsi?

Jawaban atas pertanyaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengungkap fakta secara terang, sekaligus memastikan lingkungan sekolah benar-benar aman bagi seluruh peserta didik.( Ragil ).

Berita Terkait

Rutan Kelas I Jakarta Pusat Gandeng PT Digdaya Solusi Sosialisasikan Fasilitas Wartelsuspas  
Bidik 15 Besar Porprov Jatim, Reno Handoyo Resmi Nakhodai KONI Kabupaten Probolinggo
21 Personel Lanal Tegal Naik Pangkat, Danlanal Tegal Tekankan Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab
Surat AI Pada Presiden dan Menhan
Gagalkan Penyelundupan Handphone, Petugas Rutan Kelas 1 Jakpus Terima Penghargaan
Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Rutan Kelas I Jakarta Pusat Gandeng PT Digdaya Solusi Sosialisasikan Fasilitas Wartelsuspas  

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:22 WIB

Misteri CCTV SD Favorit di Pemalang Rusak Saat Dugaan Perundungan MHA Terjadi ?

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Bidik 15 Besar Porprov Jatim, Reno Handoyo Resmi Nakhodai KONI Kabupaten Probolinggo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:09 WIB

21 Personel Lanal Tegal Naik Pangkat, Danlanal Tegal Tekankan Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Surat AI Pada Presiden dan Menhan

Berita Terbaru

Ilustrasi

DETIK ZONE

Petaka Jam Pelajaran: Siswa SMAN 1 Ambunten Tewas Tenggelam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:06 WIB