BAWEAN, detikzone.id — Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam Gresik membuka kegiatan manasik haji bagi calon jamaah haji asal Pulau Bawean, Ahad (25/10/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Miranda, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik.
Pembukaan manasik ini menjadi langkah awal untuk membekali calon jamaah dengan pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari persiapan keberangkatan, pemahaman rukun dan wajib haji, hingga pelaksanaan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Dalam kegiatan tersebut, calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat pada 2027 juga menjadi bagian dari persiapan yang dilakukan. Mereka merupakan jamaah yang telah mendaftarkan diri sejak 2012, dengan nilai pendaftaran sebesar Rp65 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembina KBIHU Babussalam Gresik, Dr. KH. Moh. Qosim, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar sekaligus panggilan istimewa dari Allah SWT yang patut disyukuri.
Ia menggambarkan betapa terbatasnya kesempatan tersebut jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Gresik yang mencapai sekitar 1,5 juta jiwa. Namun, jumlah warga yang memperoleh kesempatan berangkat haji setiap tahunnya hanya sebagian kecil dari total penduduk.
“Calon tamu-tamu Allah yang mulia ini merupakan anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada panjenengan semua. Penduduk Kabupaten Gresik sekitar satu setengah juta jiwa, tetapi yang dipanggil Allah untuk berangkat haji tidak sampai 2.000 orang,” ungkapnya.
Menurut KH. Moh. Qosim, ibadah haji bukan semata-mata ditentukan oleh kekayaan, kecerdasan, jabatan, ataupun kondisi fisik seseorang. Kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci merupakan karunia Allah SWT yang harus disambut dengan rasa syukur dan kesiapan diri.
“Haji itu bukan hanya karena punya uang, bukan karena punya ilmu, bukan karena kaya, sehat fisiknya, atau memiliki pangkat dan jabatan tinggi. Haji itu adalah panggilan Allah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak orang berilmu, memiliki pondok pesantren, berkecukupan secara ekonomi, bahkan mempunyai jabatan tinggi, tetapi belum sempat menunaikan ibadah haji maupun berziarah ke Madinah ih.hingga akhir hayatnya.
Karena itu, ia berpesan agar seluruh calon jamaah tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan Allah SWT. Menjadi tamu Allah merupakan anugerah yang sangat berharga sehingga harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, baik secara lahir maupun batin.
Selain mempersiapkan pengetahuan tentang tata cara ibadah, KH. Moh. Qosim juga menyampaikan pentingnya menata hati dan meluruskan niat bagi setiap calon jamaah haji. Ibadah haji hendaknya dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan kerendahan hati, semata-mata untuk mengharap rida Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa kesempatan menjadi tamu Allah bukan sekadar perjalanan fisik menuju Makkah dan Madinah, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta meningkatkan ketakwaan.

Oleh sebab itu, calon jamaah diharapkan mengikuti seluruh tahapan manasik dengan baik, menjaga kesehatan, memperkuat kesabaran, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kondisi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Persiapan tersebut menjadi bagian penting agar jamaah dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji sesuai tuntunan syariat, dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Melalui pembukaan manasik ini, KBIHU Babussalam Gresik diharapkan dapat terus mendampingi calon jamaah dalam memahami tata cara ibadah haji sekaligus menumbuhkan kesiapan mental dan spiritual sebelum keberangkatan.
Harapannya, seluruh calon jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menunaikan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji mabrur.







