SUMENEP, detikzone.id — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, merawat persatuan, dan membangun masa depan bangsa harus terus hidup di tengah perubahan zaman.
Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, menjadi salah satu tokoh yang diharapkan terus mendorong penguatan peran santri dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
Santri memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa. Dari lingkungan pesantren, mereka ditempa dengan ilmu agama, kedisiplinan, adab, serta semangat pengabdian yang menjadi bekal menghadapi tantangan zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial, nilai-nilai tersebut semakin relevan. Kemajuan tidak cukup hanya ditopang kecerdasan dan penguasaan teknologi, tetapi juga membutuhkan akhlak, integritas, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama.
Bagi Sumenep, yang memiliki tradisi pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara ulama, santri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan serta mendorong kemajuan daerah.
Santri juga diharapkan mampu mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, sosial, ekonomi, dan berbagai sektor pembangunan. Dengan bekal ilmu dan akhlak, generasi santri dapat menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan masa depan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan, melainkan menjaga agar semangat pengabdian itu tetap menyala. Santri harus terus tumbuh sebagai generasi berilmu, berakhlak, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa serta daerahnya.
Penulis : Red







