Cak Fauzi Ingatkan Warga Sumenep, Jangan Bakar Daun Kering dan Lahan Sembarangan

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau masyarakat agar tidak membakar daun kering, ranting, dan lahan secara sembarangan selama musim kemarau guna mencegah kebakaran.

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau masyarakat agar tidak membakar daun kering, ranting, dan lahan secara sembarangan selama musim kemarau guna mencegah kebakaran.

Sumenep – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar daun kering, ranting, sisa tanaman, maupun lahan secara sembarangan karena api dapat dengan cepat merembet dan membahayakan lingkungan serta permukiman.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati pada Jumat (23/10/2026), menyusul kondisi lingkungan yang cenderung kering sehingga api lebih mudah menyala dan sulit dikendalikan, terutama ketika cuaca panas disertai angin kencang.

“Kami imbau masyarakat tidak membakar tegal, ranting, maupun daun kering sembarangan. Jangan sampai aktivitas yang dianggap sepele justru memicu kebakaran dan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Achmad Fauzi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pencegahan kebakaran membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat. Kewaspadaan perlu ditingkatkan dalam berbagai aktivitas, baik di lahan pertanian, pekarangan rumah, maupun kawasan terbuka yang dipenuhi tumbuhan kering.

Bupati juga mengajak warga mengelola daun kering dan sisa tanaman dengan cara yang lebih aman. Salah satunya dengan mengumpulkan bahan organik untuk dijadikan kompos atau menggunakan metode pengolahan sampah tanpa pembakaran terbuka.

“Masyarakat untuk mengelola daun kering dan sisa tanaman dengan cara yang lebih aman, seperti mengumpulkannya untuk dijadikan kompos atau menggunakan metode pengolahan sampah organik tanpa pembakaran terbuka,” terangnya.

Selain menghindari pembakaran, masyarakat diminta memastikan tidak ada sumber api yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan. Langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah api membesar dan merembet ke area lain.

Bupati juga mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran melalui Call Center 112, sehingga petugas terkait dapat melakukan penanganan secepatnya.

“Musim kemarau memang tidak bisa dihindari, tetapi dampak buruknya hendaknya bisa ditekan melalui kesiapsiagaan dan kerja sama semua pihak, dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” tuturnya.

Achmad Fauzi menegaskan, peran aktif masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mengantisipasi kebakaran sejak dini. Ia berharap warga semakin peduli dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.

Dengan kewaspadaan bersama, risiko kebakaran lahan dan lingkungan di Kabupaten Sumenep diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Berita Terkait

Panic Buying Dipicu Medsos, Satgas Gabungan Kota Probolinggo Sisir SPBU Redam Antrean BBM
Strategi Udara dari Jalur Bebas Hambatan: Mengintip Uji Landing F-16 di Tol Paspro
Kepincut Aplikasi SiDesa-SAE, Inspektorat Kabupaten Blitar Berguru Inovasi ke Probolinggo
Pemkot Blitar Siapkan Rp567 Juta, 900 Buruh Pabrik Rokok Bakal Terima BLT
Bupati Sumenep Tantang Santri Jadi Pengusaha, Bukan Sekadar Pencari Kerja
Pimpin Apel Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Satu Formasi Komut PT Sumekar Dibuka Pemkab Sumenep, Simak Syaratnya
Mbak Wali Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana melalui Sosialisasi Relawan dan Santri Peduli Bencana

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Cak Fauzi Ingatkan Warga Sumenep, Jangan Bakar Daun Kering dan Lahan Sembarangan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Panic Buying Dipicu Medsos, Satgas Gabungan Kota Probolinggo Sisir SPBU Redam Antrean BBM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Strategi Udara dari Jalur Bebas Hambatan: Mengintip Uji Landing F-16 di Tol Paspro

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kepincut Aplikasi SiDesa-SAE, Inspektorat Kabupaten Blitar Berguru Inovasi ke Probolinggo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Pemkot Blitar Siapkan Rp567 Juta, 900 Buruh Pabrik Rokok Bakal Terima BLT

Berita Terbaru