SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong kalangan santri agar berani berwirausaha, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan lapangan kerja sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan saat peringatan Apel Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (22/10/2026).
Menurut Achmad Fauzi, santri tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga perlu membekali diri dengan keterampilan, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk melalui pengembangan usaha mandiri, ekonomi kreatif, dan berbagai kegiatan produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Bupati Fauzi.
Ia berharap para santri berani mengambil peluang dan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja serta membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, semangat kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini agar santri memiliki kemandirian dan keberanian untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Peluang tersebut dapat tumbuh dari berbagai sektor, mulai dari usaha mikro, pengembangan produk lokal, ekonomi digital, hingga industri kreatif.
“Kami menilai lingkungan pesantren memiliki modal sosial yang kuat untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda. Nilai kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, kebersamaan, dan tanggung jawab bisa menjadi landasan penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan,” terangnya.
Karena itu, pengembangan kapasitas santri perlu diarahkan tidak hanya pada penguatan ilmu keagamaan, tetapi juga peningkatan keterampilan praktis, literasi digital, pengelolaan usaha, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjutnya, terus mendorong penguatan sumber daya manusia sesuai kewenangan, kemampuan anggaran, dan ketentuan peraturan yang berlaku agar generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep, sesuai kewenangan, kemampuan anggaran, dan ketentuan peraturan terus mendorong penguatan sumber daya manusia agar generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah,” tuturnya.
Bupati Fauzi berharap santri mampu menjadi generasi mandiri, inovatif, dan berdaya saing dengan memadukan ilmu pengetahuan, akhlak, kreativitas, serta kemandirian ekonomi.
Dengan demikian, santri tidak hanya berperan menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan pembangunan daerah.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga produktif serta mampu menciptakan peluang bagi masyarakat.







