BAWEAN, detikzone.id — Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Bawean menggelar Forum Silaturahmi bersama Dr. KH. Mohammad Qosim, M.Si., dengan mengangkat tema “Mendidik Anak di Era Digital: Tantangan dan Solusi Islami”. Kegiatan berlangsung di Gedung Muslimat NU Bawean, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PC Muslimat NU Bawean, Hj. Nurul Azizah Mahsuni, BA, jajaran pengurus PC Muslimat NU Bawean, Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting, serta sejumlah anggota Muslimat NU Bawean.
Dalam sambutannya, Hj. Nurul Azizah Mahsuni menyampaikan terima kasih kepada KH. Mohammad Qosim yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi ilmu dalam forum silaturahmi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyampaikan kabar terkait legalisasi wakaf tanah yang menjadi lokasi Gedung Muslimat NU Bawean. Menurutnya, pada 12 September 2026, proses legalisasi wakaf tersebut telah dilaksanakan untuk memperjelas status dan peruntukan tanah bagi PC Muslimat NU Bawean.
“Alhamdulillah, pada 12 September 2026, tanah yang menjadi lokasi Gedung Muslimat NU Bawean telah dilegalkan sebagai wakaf untuk PC Muslimat NU Bawean,” ungkapnya.
Nurul Azizah menjelaskan, sejak awal pembangunan, Gedung Muslimat NU Bawean dibangun oleh PC Muslimat NU Bawean di atas tanah wakaf. Namun, saat itu status wakafnya belum dilegalkan secara resmi.
Dengan adanya legalisasi tersebut, diharapkan status dan peruntukan tanah wakaf semakin jelas sehingga dapat memberikan kepastian hukum serta mendukung keberlangsungan kegiatan organisasi di masa mendatang.
Sementara itu, dalam pemaparannya, KH. Mohammad Qosim mengingatkan para orang tua, khususnya ibu, agar menjalankan tanggung jawab mendidik anak dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keluarga merupakan madrasah pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepatuhan anak kepada orang tua.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan besar yang dihadapi orang tua saat ini adalah penggunaan gadget atau gawai oleh anak. Kemudahan akses teknologi digital memang memberikan manfaat bagi perkembangan pengetahuan, tetapi tanpa pengawasan dan pendampingan yang tepat, penggunaannya dapat membawa dampak negatif terhadap karakter, perilaku, dan kebiasaan anak. 
Karena itu, orang tua perlu mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak, mulai dari mengatur waktu penggunaan gawai hingga mengawasi konten yang diakses. Anak juga perlu dibiasakan untuk tetap mengutamakan ibadah, belajar, dan menghormati orang tua.
KH. Moh. Qosim menegaskan bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi. Orang tua juga harus memberikan pendidikan agama, menanamkan nilai-nilai kesopanan, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Anak perlu dibimbing sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, menghormati orang tua, dan mampu menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan mendidik anak tidak semata-mata diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari terbentuknya kepribadian dan akhlak yang baik. Anak yang saleh diharapkan menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarga sekaligus membawa kebaikan bagi orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat.
Melalui forum silaturahmi ini, PC Muslimat NU Bawean diharapkan semakin memperkuat peran perempuan dalam pendidikan keluarga, khususnya dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpengurus dan anggota Muslimat NU Bawean, mulai dari tingkat cabang, anak cabang, hingga ranting, demi mendukung terbentuknya keluarga religius dan generasi yang beriman serta berakhlak mulia.
Penulis : Abd Hamid







