Yayasan Kabua Dana Rasa Inisiasi Gerakan Penanaman Pohon Kemiri Untuk Kesejahteraan dan Restorasi Ekosistem 

Senin, 20 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bima – Yayasan Kabua Dana Rasa melakukan gerakan penanaman pohon dan sosialisasi alat pengupas kemiri bertempat di Kecamatan Tangga, Kabupaten Bima, Minggu 19/01/2025.

Kegiatan gerakan penanaman pohon dan sekaligus sosialisasi dihadiri oleh Abdul Rauf anggota Komisi 2 DPRD Provinsi NTB , puluhan personel Kodim 1608, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB beserta Kepala Balai Kesatuan Hutan (BKPH) Marowa, Camat Tangga, Kepala Desa Tangga, Pramuka Kwartir Kabupaten Bima, dan puluhan masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat Doro Naga.

Ketua Yayasan Kabua Dana Rasa, Maulana Ishak dalam sambutannya, terimakasih kepada seluruh stakeholder yang telah berpartispasi dalam penanaman pohon kemiri sekaligus sosialisasi pemanfaatan tanaman kemiri. Saat ini tantangannya bukan lagi pasar tetapi malah bahan baku sehingga kita harus melakukan penanaman besar-besaran guna memperkuat supply bahan baku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan adanya peluang yang besar, kita bisa memanfaatkan potensi daerah dengan tanama pohon kemiri tanpa harus merusak hutan,” ujar Ishak.

Ishak yang menjabat juga sebagai Ketua Koperasi Tani ternak sepakat melanjutkan, Rumah Olah Kemiri di Dusun Tuta Rasa, Desa Tangga, Kabupaten Bima berdiri di akhir tahun 2024, dengan harapan bisa mengolah biji kemiri yang ada di Bima.

“Adanya mesin ini untuk memudahkan kita mengolah dan menyerap tanaman kemiri, sehingga kita bisa mengekspor untuk pemenuhan kebutuhan pasar yang ada, baik yang ada di NTB maupun Nasional,”tutur Ishak.

“Sebanyak 1.000 Pohon Kemiri yang ditanam hari ini akan kami rawat karena sudah jelas hasilnya akan dijual ke Koperasi Tani Ternak Sepakat, ujar Muslim Ketua Kelompok Doro Naga,” imbuhnya.

Pada kesempatannya, Rauf anggota Komisi 2 DPRD Provinsi NTB menyatakan bahwa, saya akan mendukung kegiatan baik ini, bukan hanya tentang ranah kerja, tetapi saya memang fokus pada kehutanan.

“Harus di apresiasi kegiatan yang di inisiasi oleh yayasan kabua Dana Rasa, memanfaatkan hutan untuk mensejahterakan masyarakat dalam jangka panjang tanpa harus merusak hutan, dan daerah ini juga desa saya,” ujar Rauf.

Di lain pihak, Julmansyah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB memberikan informasi bahwa, awal tahun 2025 baru saja Kemiri yang dikupas di Lombok Tengah dieksport ke Arab Saudi, nilainya lumayan besar, sehingga ini bisa jadi penyemangat kita semua untuk melakukan gerakan penanaman kemiri di NTB, khusus di Bima.

“Kemiri yang dikupas memiliki pasar tersendiri di kancah nasional dan internasional, sehingga itu yang memicu semangat kita untuk melakukan penanaman pohon kemiri dan memproduksi bahan baku,” kata Julmansyah.

Kepala Staff Kodim 1608 yang mewakili Komandan Kodim 1608 memberikan masukan bahwa, apa yang kita tanam, juga harus diikuti dengan saling menjaga. Sehingga tidak ada pihak lain atau oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penebangan, dengan harapan bisa mengembalikan fungsi hutan dan meminimalisir terjadinya kekurangan air di musim kemarau, serta banjir dan longsor di musim hujan.

Diakhir, Yayasan Kabua Dana Rasa dan Koperasi Tani Ternak Sepakat memperkenalkan alat pengupas kemiri yang mampu mengupas kemiri dengan kecepatan 1 Ton per jam. Dan stake holder terkait yang hadir sepakat melakukan kolaborasi menajga dan merawat hutan dengan tetap mengutamakan kesejahteraan masyarakat.

Adapun kegiatan tersebut disponsori oleh PT. PELNI, PT. PPELINDO. PT.BSI, PT. BRI, dan BAZNAS Kabupaten Bima. Red/asn

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB