Satu Korban Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa

Senin, 17 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foot : Proses evakuasi 1 korban penambang yang tertimbun pasir.

Foot : Proses evakuasi 1 korban penambang yang tertimbun pasir.

Blitar, Detikzone.id – Proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan BPBD Blitar, TNI, Polri, serta relawan berhasil menemukan satu jenazah korban setelah hampir 24 jam pencarian. Kondisi tubuh korban ditemukan tertimbun di bawah material longsoran yang mengalir menuju Sungai Kaliputih.Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar pada Senin (17/2/2025).

Korban yang sudah ditemukan bernama Rohman, 31 tahun warga Desa Modagan, Kecamatan Nglegok. Sementara korban lain yang masih dalam pencarian Nur Kholis, 45 tahun, warga Desa Penataran, Kecamatan Nglegok.

Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi, mengatakan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah proses identifikasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan sore tadi,” ujar Putut.

Namun, pencarian masih terus berlanjut untuk menemukan satu korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan.Upaya pencarian terpaksa dihentikan sementara pada pukul 15.10 WIB karena cuaca yang tidak mendukung.

“Pencarian dihentikan karena hujan deras mengguyur,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas Malang telah bergabung dengan tim penyelamat yang sebelumnya telah dikerahkan. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan esok hari dengan menyesuaikan kondisi cuaca di lokasi kejadian.

Sebelumnya diberitakan, dua orang penambang pasir dinyatakan hilang tertimbun longsor di Sungai Kaliputih, Minggu (16/2/2025) sore. Peristiwa ini diduga akibat struktur tanah yang labil hingga terjadi longsor.

Pihak BPBD Blitar juga terus mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar daerah tersebut.

 

Penulis : Basuki

Berita Terkait

Siswi Kelas 10 di Kota Kediri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru, Minta Perlindungan ke Yakuza Maneges
8 Tahun Lebih Menanti Kepastian Hukum, Sidang Devi Taurisa Tersendat, Hakim Sentil Kelalaian Pemanggilan Kejaksaan
Lewat Sambung Roso, Kapolresta Sumenep Ajak 12 Kades Jadi Garda Kamtibmas
Kejari Toba dan Perum Jasa Tirta I Perkuat Sinergi, Bahas Pendampingan Hukum OPSDA 2026
LBH Kamselindo Beri Penyuluhan Hukum Gratis kepada Puluhan Warga Binaan Rutan Jakarta Pusat
TBC Bikin Waswas, Dinkes Pemalang Sisir Kontak Erat Warga Terduga
Sengkarut Ijazah Ayah dan Anak: Dua Jejak, Satu Kebenaran yang Dinanti
Matangkan Persiapan TKA 2027, Pemkot Kediri Gelar Bimtek Untuk Operator dan Proktor SD se-Kota Kediri

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WIB

8 Tahun Lebih Menanti Kepastian Hukum, Sidang Devi Taurisa Tersendat, Hakim Sentil Kelalaian Pemanggilan Kejaksaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Lewat Sambung Roso, Kapolresta Sumenep Ajak 12 Kades Jadi Garda Kamtibmas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Kejari Toba dan Perum Jasa Tirta I Perkuat Sinergi, Bahas Pendampingan Hukum OPSDA 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

LBH Kamselindo Beri Penyuluhan Hukum Gratis kepada Puluhan Warga Binaan Rutan Jakarta Pusat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:44 WIB

TBC Bikin Waswas, Dinkes Pemalang Sisir Kontak Erat Warga Terduga

Berita Terbaru