Inovasi Achmad Fauzi untuk UMKM Sumenep: Membangun Ekonomi Rakyat dengan Cinta

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Winanto, pelaku UMKM sekaligus pengamat ekonomi Sumenep

Foto: Winanto, pelaku UMKM sekaligus pengamat ekonomi Sumenep

Sumenep, Detikzone.id – Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi, perekonomian Sumenep semakin menggeliat, khususnya melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan konsep “Biarkan, Tumbuh, dan Tata,” Achmad Fauzi memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang secara alami, tanpa intervensi yang membatasi, namun tetap berfokus pada penataan yang terencana dan strategis.

Salah satu contoh sukses dari konsep ini adalah kawasan Tajamara, yang menjadi pusat aktivitas UMKM. Di kawasan ini, UMKM tidak hanya diberi kebebasan untuk berjualan, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung, seperti acara-acara dan pertunjukan yang mampu menarik pengunjung.

Hal ini berdampak positif pada peningkatan jumlah pengunjung dan penggerakan ekonomi lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Winanto, pelaku UMKM sekaligus pengamat ekonomi Sumenep, konsep yang diterapkan Achmad Fauzi sangat tepat.

“Bupati Achmad Fauzi tidak hanya memberikan ruang, tapi juga kesempatan bagi UMKM untuk tumbuh dengan sendirinya. Beliau memahami bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Ketika UMKM di suatu kawasan tumbuh, beliau akan menata dan memfasilitasi agar kawasan tersebut lebih berkembang,” ujar Winanto, yang juga alumni Universitas Wiraraja (Unija).

Winanto, yang sudah lama aktif sebagai aktivis dan penggiat ekonomi lokal, menilai bahwa kebijakan Bupati Fauzi memberikan dampak signifikan pada pergerakan ekonomi masyarakat kecil.

“Kawasan seperti Tajamara adalah bukti nyata bagaimana UMKM bisa tumbuh pesat, didukung dengan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha kecil. Tidak hanya menyediakan tempat berjualan, pemerintah juga memikirkan cara untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut melalui kegiatan yang menarik banyak pengunjung,” jelasnya.

Winanto menambahkan, kebijakan ini memberikan dampak berantai yang positif.

“Dengan adanya ruang dan penataan yang tepat, UMKM di Sumenep tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang. Pengunjung semakin ramai, omzet para pelaku usaha meningkat, dan hal ini berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya.

Di sisi lain, Winanto berharap pemerintah terus memberikan inovasi dan dukungan jangka panjang untuk memastikan UMKM di Sumenep dapat beradaptasi dengan perubahan zaman.

“UMKM perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi digital, agar tidak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional tetapi juga memanfaatkan pasar online. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi, Sumenep akan semakin maju dan UMKM akan terus berkembang,” pungkasnya.

Konsep “Biarkan, Tumbuh, dan Tata” yang diterapkan Bupati Achmad Fauzi berhasil memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang dengan cinta, memastikan bahwa ekonomi rakyat terus bergerak maju tanpa melupakan penataan yang baik untuk masa depan.

Berita Terkait

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan
JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa
Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim
Kunjungi Stan Arinna di Madura Culture Festival, Bupati Sumenep Borong Roti Arinna Bakery, Wujud Dukungan terhadap Produk Lokal
Tinjau Stan Bank Jatim di MCF 2026, Bupati Sumenep Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Semakin Dekat dengan Masyarakat
Kunjungi Stan Kuliner dan Perhotelan Baghraf, Bupati Fauzi Tegaskan Pariwisata Harus Gerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:27 WIB

JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB