Kunjungi Stan Kuliner dan Perhotelan Baghraf, Bupati Fauzi Tegaskan Pariwisata Harus Gerakkan Ekonomi Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat mengunjungi stan kuliner dan perhotelan Baghraf dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Ket Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat mengunjungi stan kuliner dan perhotelan Baghraf dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

SUMENEP, Detikzone.id — Dukungan terhadap geliat pariwisata, industri perhotelan dan ekonomi kreatif terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengunjungi stan kuliner dan perhotelan Baghraf dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Kunjungan Bupati menjadi momentum untuk melihat langsung berbagai potensi dan layanan yang diperkenalkan Baghraf kepada masyarakat dalam ajang pameran pembangunan tersebut.

Tak hanya sektor kuliner, keberadaan perhotelan juga menjadi perhatian karena memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan destinasi wisata di Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Fauzi mengatakan, kemajuan pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan keindahan destinasi. Berbagai sektor pendukung, termasuk perhotelan, kuliner, UMKM dan ekonomi kreatif, harus tumbuh secara beriringan.

“Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Ketika wisatawan datang, tentu membutuhkan tempat menginap, kuliner, pelayanan dan berbagai aktivitas pendukung lainnya. Karena itu, semua sektor harus bergerak bersama,” ujar Bupati.

Menurutnya, keberadaan industri perhotelan memiliki peran penting dalam memberikan kenyamanan kepada wisatawan sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata daerah.

Sementara sektor kuliner juga memiliki peluang besar untuk menjadi daya tarik wisata. Sajian makanan dan minuman khas maupun kreasi kuliner lainnya dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan saat berkunjung ke Sumenep.

Karena itu, Bupati mendorong pelaku usaha agar terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, memperkuat kreativitas serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas promosi.

“Kita ingin produk dan layanan dari Sumenep semakin dikenal. Kualitas harus terus ditingkatkan, inovasi jangan berhenti, dan promosi harus semakin luas, termasuk melalui platform digital,” tegasnya.

Perhotelan dan Kuliner Harus Saling Menguatkan

Bupati menilai perkembangan sektor perhotelan dan kuliner memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.

Meningkatnya kunjungan wisatawan akan membuka peluang bagi hotel, restoran, UMKM, pelaku ekonomi kreatif hingga usaha masyarakat lainnya.

Sebaliknya, semakin baik fasilitas akomodasi dan kuliner yang tersedia, semakin besar pula peluang wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menikmati berbagai potensi yang dimiliki Sumenep.

“Kalau wisatawan semakin banyak datang dan tinggal lebih lama, tentu perputaran ekonomi masyarakat juga semakin besar. Ini yang harus kita dorong bersama,” ungkapnya.

Kehadiran stan Baghraf dalam MCF 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pelaku usaha perhotelan memiliki ruang untuk memperkenalkan layanan dan produk kepada masyarakat secara lebih dekat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.

MCF 2026 sendiri menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, UMKM, ekonomi kreatif dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan yang mengangkat potensi Madura.

Melalui momentum tersebut, pemerintah berharap geliat usaha perhotelan dan kuliner semakin kuat, inovatif dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan sinergi yang semakin erat antara pemerintah dan dunia usaha, sektor pariwisata Sumenep diharapkan tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha, memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura
Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur
Bupati Sumenep: 291 Desa Maju dan Mandiri, 39 Desa Harus Terus Naik Kelas
Tuban Hadirkan Tari Mustikaning Kenya di MCF 2026 Sumenep, Bupati Fauzi Ingin Budaya Jadi Ruang Kolaborasi
Bupati Sumenep Ingatkan Budaya Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman, MCF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Seni Budaya Jawa Timur
Dari Madura hingga Tapal Kuda, MCF 2026 di Sumenep Satukan Warna Budaya Jawa Timur
Sumenep Catat Kemajuan Pembangunan Desa, 291 Desa Kini Berstatus Maju dan Mandiri
Bupati Sumenep Kunjungi Stan Rumah Sakit Modern BHC, Dorong Inovasi Pelayanan Kesehatan Tanpa Henti

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Bupati Sumenep: 291 Desa Maju dan Mandiri, 39 Desa Harus Terus Naik Kelas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Tuban Hadirkan Tari Mustikaning Kenya di MCF 2026 Sumenep, Bupati Fauzi Ingin Budaya Jadi Ruang Kolaborasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Bupati Sumenep Ingatkan Budaya Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman, MCF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Seni Budaya Jawa Timur

Berita Terbaru

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat meninjau stan Kecamatan Saronggi berkonsep “Danau Sakura” dalam Pameran Pembangunan MCF 2026.

PEMERINTAHAN

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura

Sabtu, 29 Agu 2026 - 00:37 WIB

PEMERINTAHAN

Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur

Sabtu, 29 Agu 2026 - 00:18 WIB