Gelar Studium Generale, Fikom Unitomo Siapkan Lulusan Mahasiswa Berkualitas

Rabu, 13 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar Studium General dengan tema “Tantangan Public Relations di Era Post-Truth” (Pentingya AI & Kreativitas), di Auditorium Fikom Unitomo, pada Rabu, 13/11/24.

Dalam sesi pembuka Lutfi Subagio, CEO Mediatrust PR menyampaikan bahwa Era Post-Truth telah merubah cara atau pola berpikir di masyarakat, dimana fakta objektif dan data menjadi kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik dibandingkan dengan emosi atau keyakinan pribadi.

“Hari ini, pelaku Medsos banyak yang terjangkit Syndrome Echo Chamber (Kondisi dimana kita hanya mendengar apa yang kita teriakkan tanpa tahu kondisi nyata)”, ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengatakan bahwa mahasiswa komunikasi harus berbeda, harus paham setiap hari apa yang ia baca, karena gerbang melihat dunia adalah dengan membaca.

“Kita harus melihat fakta yang terjadi di medsos, bagaimana yang benar bisa menjadi salah dan yang salah menjadi benar, dan kita harus bersiap diri menghadapi kenyataan yang ada, maka tentu belajar sekaligus praktek menjadi pondasi utama untuk menjangkau masa depan.

Lutfi Subagio juga menghibahkan Dashboard Monitoring berbasis Big Data ke fikom unitomo agar dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital mahasiswa fikom unitomo.

“Big Data ini di harapkan untuk menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa fikom unitomo, agar mahasiswa nantinya setelah lulus jauh sudah punya bekal memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

Slow Ahmadi Neja, Dosen Muda Fikom Unitomo mengatakan bahwa Big Data nantinya dapat digunakan untuk memantau tren informasi dan menciptakan konten yang lebih tepat sasaran, bahkan dapat di gunakan untuk mengolah data.

“AI membantu kita memahami audiens dengan lebih baik, memprediksi respons mereka, dan menciptakan strategi komunikasi yang lebih personal dan relevan serta dapat difungsikan untuk mencari data dan mengolah data”, ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Era Post-Truth menuntut para mahasiswa Ilmu komunikasi khususnya di Peminatan Corporate Commuication atau Public Relation untuk lebih cermat dalam menyaring informasi yang akan disampaikan kepada publik.

“Kita harus berhati-hati dalam memilih dan menyampaikan informasi, serta memastikan bahwa pesan yang disampaikan tidak hanya menarik, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutupnya.

Penulis : Igusty- Amin

Berita Terkait

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 
Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi
Sinergi Dunia Usaha dan Lapas Pamekasan, CV Ayunda Siapkan Warga Binaan Siap Kerja dan Berwirausaha
Sempat Viral di Media Sosial, Unit PPA Polres Pemalang Bergerak Tangani Aduan Perempuan Muda
93.357 Jiwa di Kabupaten Pemalang Terancam Krisis Air

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:01 WIB

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04 WIB

Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:08 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi

Berita Terbaru