Hiburan Berpotensi Dilokalisasi ke Pulau Bahkan Ditiadakan, Cabup Sumenep 01: Identik Hura Hura dan Tak Kreatif 

Kamis, 21 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Paslon Final saat menggelar jumpa pers dengan puluhan wartawan

Foto: Paslon Final saat menggelar jumpa pers dengan puluhan wartawan

Sumenep – Terkait rencana kepulauan yang akan dijadikan sebagai tempat hiburan manakala ditakdirkan menjadi seorang memimpin Kabupaten Sumenep, Paslon nomor urut 01, Kiai Ali Fikri- Kiai Unais Ali Hisyam (Final) menegaskan bahwa untuk melokalisasi tempat hiburan yang tidak baik.

Hal itu ditegaskan Paslon Final saat debat Pamungkas calon bupati dan wakil bupati Sumenep yang diselenggarakan KPU di aula pesantren Uniba, Madura, Rabu, 20/11/2024, malam.

“Itu kan lokalisasi, Melokalisir hiburan hiburan yang tidak baik. Konteksnya saya bahas tadi, karena berkenan dengan DJ. Kemudian saya menanggapi karena ada pertanyaan ketika itu maka kalau ada hiburan yang merusak merusak budaya kita, merusak mentalitas anak -anak muda kita karena identik dengan hura hura dan identik tidak kreatif sama sekali,” tegas Kiai Ali Fikri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karenanya kalau dianggap penting, maka lokalisasi aja dan dilokalisir itupun harus berdasarkan masukan berdasarkan kesepakatan bersama,” imbuh Kiai Ali Fikri.

Disinggung apakah tidak ada cara lain sehingga harus menempatkan hiburan di Kepulauan yang hakikatnya memiliki hak yang setara, Kiai Ali Fikri menyebut karena di Sumenep banyak pulau pulau kosong.

“Tapi kita harus rembuk dengan banyak stakeholder dan yang punya kepentingan terhadap pembangunan kabupaten Sumenep, ada wakil rakyat, dan ada tokoh masyarakat,” sebutnya.

Lantas, Kiai Ali Fikri berpesan jangan sampai kemudian hasrat yang timbul dari anak muda menjerumuskan.

“Jadi artinya, hasrat yang timbul dari anak muda suka mungkin ya suka, tapi jika itu menjerumuskan dan merusak harkat martabat bahwa kita memiliki sejarah budaya yang baik dan religius ya tidak boleh kita gadaikan hanya karena anak muda itu suka,” tukasnya.

Ditanya apakah tidak sekalian meniadakan kegiatan hiburan yang dimaksud diatas dari pada ditempatkan di Pulau manakala ditakdirkan jadi Bupati, Kiai Ali Fikri mengamini.

“Ya Lebih baik,” pungkasnya.

Dengan begitu, hiburan musik milenial yang diklaim oleh berbagai pihak sebagai musik DJ tersebut berpotensi untuk ditiadakan.

Sementara itu, Cabup Sumenep nomor urut 02, Achmad Fauzi memastikan kedatangannya pada acara musik milenial itu dalam rangka menghadiri undangan sebagai Bupati milik semua masyarakat.

“Bupati itu milik semua masyarakat Kabupaten Sumenep. Kalau kita diundang oleh masyarakat kita harus datang. Tetapi yang dilihat bukan kehadirannya, tapi kontek isinya, kita bicara apa disana,” ungkapnya.

Fauzi menuturkan, kemungkinan besar, Paslon 01 tidak mendengar secara utuh informasinya dan mungkin hanya melihat videonya.

Saat itu, Fauzi menyampaikan bahwa anak anak muda Sumenep harus terus menjaga etika kesantunan, tidak boleh pakai narkoba, minum minuman keras dan ribut ribut.

“Sebenarnya, kehadiran saya disana itu untuk memberikan pesan moral kepada anak anak muda agar tidak salah dalam bersikap dan bergaul,” tandas dia saat kepada puluhan wartawan.

Berakhirnya debat ketiga atau debat pamungkas antar Paslon jelang masa tenang Pilkada Sumenep 2024 tentu memberikan gambaran kepada masyarakat luar tentang siapa yang pantas memimpin Kabupaten Sumenep selama 5 tahun kedepan.

Penyampaian visi dan misi dan program kerja masing masing Paslon diharapkan dapat menghadirkan keyakinan untuk datang ke TPS pada tanggal 27 November mendatang dengan mencoblos calon bupati dan wakil bupati andalannya masing masing.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Anggota DPR RI Hj. Ansari Kecam Keras Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 14 Tahun di Pamekasan
Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Dorong Percepatan Pembahasan APBD Perubahan agar Program Pembangunan Tepat Waktu
PKB Blitar Bidik 14 Kursi DPRD, M Rifai Bongkar Strategi Regenerasi dan Perkuat Mesin Partai
Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Ansari Harapkan MAN Sumenep Konsisten Lahiran Generasi Cerdas dan Pemimpin Masa Depan Layaknya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo
Survei ARCI Guncang Peta Politik Jatim, Achmad Fauzi Tembus Empat Besar
Serap Aspirasi Kepala Desa, Tiga Anggota DPR RI Partai Golkar Bahas Pembangunan Bawean Gresik
Tak Ingin Mimpi Mahasiswa Terhenti, Nia Kurnia Fauzi Salurkan Beasiswa untuk 40 Putra-Putri Sumenep
Idul Adha Penuh Berkah, PKS Kota Mataram Sembelih 9 Sapi

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:41 WIB

Anggota DPR RI Hj. Ansari Kecam Keras Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 14 Tahun di Pamekasan

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Dorong Percepatan Pembahasan APBD Perubahan agar Program Pembangunan Tepat Waktu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:42 WIB

PKB Blitar Bidik 14 Kursi DPRD, M Rifai Bongkar Strategi Regenerasi dan Perkuat Mesin Partai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Ansari Harapkan MAN Sumenep Konsisten Lahiran Generasi Cerdas dan Pemimpin Masa Depan Layaknya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:04 WIB

Survei ARCI Guncang Peta Politik Jatim, Achmad Fauzi Tembus Empat Besar

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB