Helm, SIM, dan Knalpot Brong Jadi Bidikan Operasi Patuh Semeru 2026 di Sumenep

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Kesadaran berlalu lintas kembali menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Mulai 8 hingga 21 Juni 2026, jajaran Polres Sumenep bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur akan menggelar Operasi Patuh Semeru 2026 sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat di jalan raya sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut menyasar berbagai bentuk pelanggaran yang selama ini kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan, baik yang mengakibatkan kerugian materi maupun korban jiwa.

Dalam pelaksanaannya, petugas akan memberikan perhatian khusus terhadap tujuh pelanggaran prioritas, yakni pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus lalu lintas, menggunakan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur tanpa SIM, menerobos lampu merah atau melanggar marka jalan, tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, serta penggunaan knalpot bising dan aksi balap liar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasatlantas Polres Sumenep mengimbau seluruh masyarakat agar menjadikan operasi ini sebagai momentum meningkatkan kesadaran berlalu lintas, bukan semata-mata karena takut ditindak petugas.

Sebab, keselamatan di jalan bukan hanya menyangkut diri sendiri, melainkan juga menyangkut keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Tujuan utama operasi ini bukan mencari pelanggaran, tetapi membangun budaya tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan dan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas,” demikian pesan yang terus digaungkan dalam Operasi Patuh Semeru 2026.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Kelalaian kecil seperti tidak mengenakan helm, menggunakan ponsel saat berkendara, atau menerobos lampu merah sering kali berujung pada peristiwa yang tidak diinginkan.

Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, Polres Sumenep berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan budaya yang harus dijaga bersama.
Karena pada akhirnya, jalan raya bukan arena untuk menunjukkan keberanian, melainkan ruang bersama yang menuntut tanggung jawab dan kedisiplinan demi keselamatan semua pihak.

Berita Terkait

Silaturahmi Lintas Elemen, Kapolres Kediri Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Jaga Kondusivitas
Demi Nyawa dan Aspal Dringu, Menakar Ketegasan Dishub Probolinggo Batasi Truk Fuso di Jalan Tamansari
Apel Perdana, Kapolres Kediri Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat
Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa 2 Berlangsung Intensif, Kapolresta Sumenep Turun Langsung ke Pelabuhan
Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal
Tak Hanya Jaga Negara, TNI AD Bangun Masa Depan Anak Bangsa Lewat Rehabilitasi Madrasah di Sumenep
Dihadang Batu Besar, TNI AD Pantang Menyerah Wujudkan Sumur Bor untuk Warga Pragaan Sumenep
Sambut HUT ke-60 Korem Bhaskara Jaya, Kodim 0827/Sumenep Gelar Doa Bersama, Perkuat Semangat Pengabdian untuk Negeri

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Silaturahmi Lintas Elemen, Kapolres Kediri Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Jaga Kondusivitas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Demi Nyawa dan Aspal Dringu, Menakar Ketegasan Dishub Probolinggo Batasi Truk Fuso di Jalan Tamansari

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Apel Perdana, Kapolres Kediri Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa 2 Berlangsung Intensif, Kapolresta Sumenep Turun Langsung ke Pelabuhan

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Berita Terbaru