Sumenep – Setelah sebutan bupati Tongtong terhadap Achmad Fauzi Wongsojudo viral lantaran peduli dan memperhatikan seni dan budaya leluhur, kini Bupati Tongtong kembali berulah positif dengan mengundang 40 musik Tongtong se- Madura hingga bikin kemacetan jalan.
Festival musik tongtong se-Madura bertajuk ‘Ngopeni Sumenep’ yang diselenggarakan Pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo itu mampu mendatangkan animo luar biasa masyarakat. Tidak hanya masyarakat Sumenep namun juga warga Madura.
Puluhan group musik tongtong beserta tarian seni masing -masing daerah yang turut serta menyemarakkan kegiatan spektakuler tersebut mampu menghibur puluhan ribu mayarakat yang hadir dari lintas generasi. Mulai dari anak anak, pemuda, hingga orang tua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Walaupun sejumlah jalan di Sumenep macet, namun masyarakat senang.
Rio, warga Kolor Sumenep mengapresiasi kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut.

“Walaupun macet, masyarakat senang. Buktinya puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah memadati lokasi dengan penuh suka cita,” ujar Rio.
Diketahui, kegiatan Festival Musik Tongtong se-Madura ini di start dari depan Kampus Uniba menuju kantor Trisakti.
Bahkan, sejumlah jalan raya menjadi macet akibat antusiasnya masyarakat se-Madura yang ingin menyaksikan group musik tongtong andalannya di Sumenep.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengaku bangga dengan kegiatan spektakuler festival musik tongtong se-Madura 2024.
“Pertunjukan budaya dan kesenian warisan leluhur yang dibanjiri ribuan masyarakat ini menjadi simbol pemersatu masyarakat Sumenep. Kegiatan ini juga menjadi simbol kemenangan masyarakat Sumenep pasca Pilkada 2024,” ujar Bupati Achmad Fauzi kepada wartawan, Sabtu, 14/12/2024.
Festival Tongtong 2024 yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah tersebut tidak hanya dihibur pertunjukan seni semata namun juga diramaikan dengan parade budaya, bazar kuliner serta berbagai kegiatan menarik lainnya.
Sosok yang disebut sebagai Bapak Pembangunan ini berharap, melalui kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah daerah ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat serta generasi muda atas budaya khas daerah warisan nenek moyang.
“Seiring dengan perkembangan zaman, sejumlah kesenian tradisional ada yang terkikis dan terlupakan, namun festival musik tongtong harus tetap terjaga dan terus dilestarikan,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Bupati menyebut, persoalan menjaga tradisi leluhur tentumemerlukan beragam upaya untuk mengenalkan kembali dan menumbuhkan kecintaan masyarakat serta generasi muda.
“Musik tongtong bukan musik hura hura dan bukan hanya ajang hiburan semata, namun didalamnya ada pesan kebersamaan, harmonisasi dan gotong royong,” tandasnya.
Dengan diadakannya Festival musik tongtong se- Madura, Bupati mengharapkan kegiatannya dapat menjadi representasi kebersamaan antar daerah.
“Ini adalah kesempatan untuk saling membangun harmonisasi dan sinkronisasi persepsi antar daerah dalam rangka membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi,” tandas Bupati Fauzi yang juga disebut sebagai Bupati Tongtong ini.
Penulis : Redaksi







