Sumenep – Dugaan ketidakberesan penyaluran bantuan pangan tahun 2024 yang diduga dikorupsi yang dikeluhkan masyarakat desa Dasuk Laok, Sekretaris desa setempat menuding sebagai fitnah bahkan diduga ulah mantan kepala desa sebelumnya, Sabtu, 22/03/25. Siang.
Secara meyakinkan, Sekdes Dasuk Laok mengaku sudah terbiasa dengan isu- isu seperti itu.
“Saoningnga kaule nika kalebun deri taon sanapa pon bede isu-isu ngak neka ( setahu saya ini dari tahun berapapun ada isu isu sperti ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bisa fitnah atau bisa memang perbuatan dari pihak lawan. Tergantung pihak lawan kita, bahkan bisa jadi dari mantan suaminya,” imbuhnya.
Sebab kata Sekdes, Kepala desa yang sekarang terbatas pendidikannya dan tidak tahu sejauh mana aturan aturan.
“Termasuk orangnya saya dan perangkat saya Pak. Tapi kalau orangnya saya itu bagus Pak,” kata Sekdes memuji orang terdekatnya.
Ia pun menegaskan tidak akan pernah takut kepada siapapun walau satu banding seribu.
Diwartakan sebelumnya, Penyaluran Program bantuan pangan pemerintah Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada tahun 2024 diduga tak beres, Kamis, 19/03/25. Malam.
Masyarakat Dasuk Laok yang tidak ingin namanya disebut mengaku kecewa kepada Kepala Desanya karena pada bulan Januari hingga Juni 2024, pihaknya selaku penerima manfaat hanya mendapatkan dua kali bantuan.
Ia menduga, program bantuan pangan berupa beras diduga tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Bahkan ada yang menerima 1 kali. Padahal seharusnya mendapatkan enam kali bantuan pangan beras. Saya menduga penyaluran Program ini tidak beres,” ungkapnya.
“Saya sangat kecewa kepada kepala desa Dasuk Laok karena bantuan yang saya terima tidak sesuai dengan data yang ada. Saya menduga ada penyalahgunaan bantuan pangan tahun 2024 tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan , Kepala Desa Dasuk Laok melalui Sekdesnya mengelak.
Bahkan ironisnya, Sekdes Dasuk Laok menuding bahwa informasi yang disampaikan adalah suruhan mantan Kades yang lama yakni mantan suami dari kepala desa yang aktif saat ini.
“Itu tidak benar, saya kira itu data dari mantan kades yang lama untuk selalu mencari celah kesalahan Kades saat ini,” ujarnya kepada pewarta saat ditemui dikediamannya.
Tidak hanya itu, Sekretaris Desa yang tampak dengan paras dan kumis sangarnya itu juga mengaku tidak pernah takut kepada siapapun walau satu banding seribu orang – pun.
“Saya tidak pernah takut, mau siapapun akan saya lawan,” ucapnya dengan nada keras.
Menyikapi perihal ini, aktivis Lidik Hukum dan HAM, Ahmad Amin Rifa’i akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Saya menduga ini ada penyalahgunaan berkenaan dengan bantuan pangan yang terjadi pada tahun 2024 ini, dalam waktu dekat akan saya laporkan kepada pihak berwajib guna memberikan efek jera,” pungkasnya singkat.
Penulis : MN








