Bantuan Budidaya Burung Puyuh Rp387 Juta di Kota Probolinggo Disorot, Spesifikasi Minim, Sertifikasi Dipertanyakan

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Program bantuan budidaya burung puyuh yang digulirkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan publik. Selain menyerap anggaran Rp387.030.000 dari APBD, program ini dinilai menyisakan sejumlah pertanyaan mendasar terkait transparansi dan kualitas bantuan.

Berdasarkan data yang dihimpun, paket pengadaan yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah tersebut menyasar masyarakat di Kecamatan Kedopok.

Bantuan yang diberikan meliputi kandang, pakan, serta bibit burung puyuh siap bertelur (pullet). Namun, sorotan muncul karena minimnya rincian spesifikasi teknis dalam dokumen perencanaan, khususnya terkait standar mutu dan sertifikasi bibit yang disalurkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp memberikan penjelasan resmi. Ia menyebutkan bahwa bantuan diberikan kepada 17 penerima, dengan masing-masing menerima 1.000 ekor burung puyuh siap bertelur.

“Burung puyuh yang disalurkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti tertulis bahwa dalam keadaan sehat, aman, dan tidak membawa penyakit hewan menular,” jelasnya.Senin (4/5/2026)

Dengan skema tersebut, total distribusi mencapai sekitar 17.000 ekor burung puyuh. Namun, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan.

Anggota Aliansi Madura Indonesia, Dierel, menyoroti aspek pemeriksaan kesehatan ternak yang dinilai belum transparan.

“Apakah mungkin burung puyuh tersebut diperiksa satu per satu, atau hanya sebagian yang dijadikan sampel?” ujarnya.

Pertanyaan tersebut menjadi krusial mengingat SKKH memang merupakan dokumen formal, tetapi tidak menjelaskan secara rinci metode pemeriksaan yang digunakan apakah dilakukan menyeluruh atau berbasis sampling.

Di sisi lain, Dierel juga mengkritik lemahnya keterbukaan informasi dalam proyek tersebut. Menurutnya, minimnya spesifikasi dalam SIRUP berpotensi menghambat pengawasan publik.

“Jika spesifikasinya tidak jelas, bagaimana publik bisa mengawasi? Bahkan penyedia akan kesulitan menyesuaikan standar jika parameternya tidak gamblang,” tegasnya.

Secara teknis, pemeriksaan kesehatan terhadap ribuan ternak dalam jumlah besar membutuhkan prosedur yang ketat dan terukur. Tanpa penjelasan rinci, klaim kesehatan melalui dokumen administratif dinilai belum cukup menjawab kekhawatiran terkait kualitas bantuan.

Sorotan ini memperlihatkan celah dalam tata kelola pengadaan, khususnya pada aspek transparansi dan akuntabilitas. Program yang seharusnya menjadi pengungkit ekonomi masyarakat justru berisiko memunculkan persoalan baru jika tidak disertai keterbukaan data yang memadai.

Publik kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk membuka detail teknis secara lebih transparan bukan sekadar memastikan bantuan tersalurkan, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanannya secara nyata.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Data Tak Boleh Berbeda, Pemkab Sumenep Siapkan Payung Hukum Satu Data
Suami Bertahun-tahun Peras Keringat di Rantau, Dugaan Istri Main Hati dengan Pria Lain Berujung Laporan ke Polresta Sumenep
Dugaan Penyadapan Kepala Negara Jadi Sorotan, Rizkan Sahfudin: Integritas dan Supremasi Hukum Tak Boleh Dikalahkan Kekuasaan
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Tumpahan Solar Berulang, Nyawa Pengendara Terancam, Dugaan Mafia BBM Subsidi di Sumenep Jadi Sorotan
Kado Hari Jadi Jatim, Pemprov Guyur Rp19,8 Miliar untuk Berdayakan Warga Probolinggo
Pemkot Kediri Pastikan Uji KIR Kendaraan Optimal untuk Lindungi Keselamatan Pengguna Jalan
Jalan Sehat Santri Sarungan Pererat Silaturahmi dan Ajak Warga Hidup Sehat

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:45 WIB

Data Tak Boleh Berbeda, Pemkab Sumenep Siapkan Payung Hukum Satu Data

Kamis, 5 November 2026 - 17:28 WIB

Suami Bertahun-tahun Peras Keringat di Rantau, Dugaan Istri Main Hati dengan Pria Lain Berujung Laporan ke Polresta Sumenep

Rabu, 4 November 2026 - 23:52 WIB

Dugaan Penyadapan Kepala Negara Jadi Sorotan, Rizkan Sahfudin: Integritas dan Supremasi Hukum Tak Boleh Dikalahkan Kekuasaan

Rabu, 4 November 2026 - 18:36 WIB

Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 - 15:00 WIB

Tumpahan Solar Berulang, Nyawa Pengendara Terancam, Dugaan Mafia BBM Subsidi di Sumenep Jadi Sorotan

Berita Terbaru