SAMPANG, Detikzone.id – Aksi demonstrasi di kantor Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang terjadi kericuhan lantaran tidak dihadiri oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi dan hanya ditemui oleh Kepala DPMD dan Camat Banyuates.
Aksi tersebut menuntut pergantian Pj. Kades yang tidak sesuai prosedur dan juga Pilkades tahun 2025 harus digelar.
Massa aksi sempat bersitegang sehingga suasana menjadi panas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya itu, lempar-lempar botol-pun semakin tak terkendali sebagai bentuk kekecewaan.
Saat menemui massa aksi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sudarmanta mengatakan, Pilkades akan digelar secara serentak tahun 2028, lantaran pemerintah tidak mau menggelar Pilkades eceran.
“Pemerintah daerah akan menggelar Pilkades seluruhnya tidak ada Pilkades eceran. Kami sudah konsultasi dengan Kemendagri bahwa Pilkades akan digelar seluruhnya secara serentak 180 desa bukan eceran,” katanya.
Perkataan Kepala DPMD memancing semakin mamantik amarah masyarakat sehingga Sudarmanta dibawa lari ke dalam Kantor Kecamatan Banyuates oleh AKBP Hartono, Kapolres Sampang.
Sementara itu, Hanafi menyebut, perkataan Sudarmanta tidak berdasar.
“Jawaban Sudarmanta itu tidak berdasar, Pilkades di Sampang ini ditunda sejak tahun 2021 oleh Bupati Sampang, H Slamet Junaidi dan akan digelar tahun 2025 secara serentak di 180 desa. Namun, ada sekitar 37 desa diperpanjang secara otomatis berdasarkan UU desa. Nah ini kan lebih banyak yang tidak diperpanjang ada sekitar 143 desa,” ungkap Hanafi.
Hanafi menyerukan bahwa di 143 desa di Sampang harus dilaksanakan Pilkades.
Dia juga menyinggung bahwa 143 desa itu bukan eceran.
“143 desa ini harus dilaksanakan Pilkades, ini bukan eceran. Dananya sudah ada, tinggal menunggu kebijakan kepala daerah. Ayo jangan rampas dan berangus hak demokrasi masyarakat ini, dan segera terbitkan Surat Keputusan baru bahwa Pilkades akan dilaksanakan tahun 2025 di 143 desa,” terangnya.
Ia juga menegaskan akan segera menyurati Kemendagri perihal Pilkades di 143 desa di Sampang yang saat ini dipimpin oleh Penjabat (Pj Kades).
“Dalam waktu dekat kami akan menyurati Kemendagri perihal Pilkades di 143 desa di Sampang, jangan sampai ditunda lagi. Kalau ditunda lagi Sampang tidak akan kondusif,” tutupnya
Penulis : Anam Sakti








