Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar kembali mengoptimalkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk memperkuat sektor pertanian. Pada tahun 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengarahkan dana ini untuk membangun dua infrastruktur penting: Jalan Usaha Tani (JUT) dan Jaringan Irigasi Tersier (JIT).
Kedua program ini dipandang strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah penghasil tembakau.
Kepala Bidang Prasarana Pertanian, Masafii, menyebutkan bahwa tahun ini terdapat 13 titik pembangunan yang tersebar di sejumlah kecamatan—6 titik untuk JUT dan 7 titik untuk JIT. Lokasi ditentukan berdasarkan keberadaan komoditas tembakau, sesuai dengan syarat utama penyaluran DBHCHT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kecamatan Selopuro masih menjadi sentra utama budidaya tembakau, diikuti oleh Talun, Kademangan, Panggungrejo, dan beberapa kecamatan lainnya,” ungkap Masafii, Jumat (2/5/2025).
Setiap titik pembangunan dialokasikan dana sekitar Rp150 hingga Rp200 juta. Matsafii menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran aktivitas petani di lapangan.
“JUT dibangun untuk memperbaiki jalur distribusi hasil tani, terutama di daerah pelosok. Jalan-jalan kecil yang sebelumnya sulit dilalui kini diperkeras agar bisa diakses kendaraan roda tiga seperti motor angkut atau mobil pick-up. Dengan ketebalan sekitar 15 cm, jalan ini tidak dirancang untuk kendaraan berat, namun cukup ideal untuk kebutuhan kelompok tani.
Sementara itu, pembangunan JIT difokuskan pada penguatan sistem pengairan langsung ke sawah. Dalam kondisi iklim yang semakin tidak menentu, irigasi tersier menjadi kunci menjaga stabilitas budidaya, tidak hanya untuk tembakau, tapi juga untuk padi dan jagung.
“Berbeda dengan irigasi sekunder yang dikelola oleh Dinas PUPR, jaringan tersier menyentuh langsung area pertanian. Ini akan sangat membantu petani menjaga kontinuitas air,” tambahnya.
“Masafii berharap program pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pertanian di Kabupaten Blitar secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peran aktif kelompok tani dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
“Fasilitas ini milik bersama. Harapannya, petani bisa menjaga dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.” (Adv/Kmf)
Penulis : Basuki








