Warga Kejuron Kediri Diduga Ditipu Oknum Kades Tengger Kidul Terkait Sertifikat Tanah Sejak 2018

Rabu, 28 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, Detikzone.id – Seorang warga Dusun Kejuron, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, bernama Ali Masyhari mengaku telah menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum Kepala Desa Tengger Kidul, Imam Sumbaji, terkait pengurusan sertifikat sebidang lahan sawah gogol miliknya seluas 100 ru (sekitar 0,1 hektar).

Kepada wartawan, Ali menjelaskan bahwa dirinya telah menyerahkan uang sebesar Rp16 juta kepada Imam Sumbaji pada November 2018, dengan janji sertifikat tanah akan selesai dalam waktu maksimal satu tahun. Namun hingga saat ini, lebih dari enam tahun berlalu, sertifikat tersebut tak kunjung terbit dan tidak ada kejelasan mengenai prosesnya.

“Saya percaya karena beliau menjabat sebagai kepala desa dan menjanjikan sertifikat cepat keluar. Tapi setelah saya bayar, tidak ada kabar lagi sampai sekarang,” ujar Ali Masyhari, Selasa (20/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merasa dirugikan dan tidak mendapatkan kejelasan, Ali akhirnya mengadukan kasus ini serta memberikan kuasa penuh kepada Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAI BPAN) Kediri untuk melakukan penelusuran hukum lebih lanjut.

Ketua LAI BPAN Kediri, Didik Eko Prasetio, mengecam tindakan Kepala Desa Tengger Kidul tersebut, yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan kewajibannya kepada masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan tindakan oknum kepala desa yang telah menerima uang warga untuk pengurusan sertifikat namun tidak kunjung merealisasikannya. Ini bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” tegas Didik.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti pendukung serta mengawal proses hukum sampai tuntas, demi memberikan rasa keadilan kepada korban.

LAI BPAN Kediri juga membuka posko pengaduan bagi warga lain yang merasa mengalami permasalahan serupa terkait pengurusan aset atau sertifikat tanah melalui perangkat desa.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Imam Sumbaji, Kepala Desa Tengger Kidul, membenarkan bahwa memang ada kendala dalam pengurusan sertifikat tanah sawah gogol mikik Ali Masyhari. Ia mengaku bahwa dalam beberapa tahun terakhir prosesnya terhambat karena masalah teknis dan administratif yang belum bisa diselesaikan.

“Saya menyadari memang ada kendala teknis waktu itu, dan saya pernah menyampaikan ke salah satu pihak keluarga Kasun (Kepala Dusun), agar pesan ini sampai ke Pak Ali, tapi rupanya tidak tersampaikan,” ujar Imam.

Lebih lanjut, Imam menyatakan dirinya tidak berniat menipu dan siap mengembalikan uang yang pernah diterima dari Ali Masyhari sebagai bentuk tanggung jawab.

“Saya siap mengembalikan uangnya. Tidak ada niat buruk dari saya, hanya memang ada keterlambatan dan miskomunikasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara LAI BPAN Kediri langsung mengadakan mediasi antara kedua belah pihak di Balai Desa Tengger Kidul, guna mencegah berlarut-larutnya konflik dan mencari penyelesaian terbaik. Kedua belah pihak sepakat penyelesaian uang untuk pengurusan sawah gogol tersebut dikembalikan, disaksikan Sekdes dan Kaur Kesra. Kades berjanji akan mengembalikan esok hari berikutnya sekitar jam 8:00 WIB (21/5/2025) pagi.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan
JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa
Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim
Kunjungi Stan Arinna di Madura Culture Festival, Bupati Sumenep Borong Roti Arinna Bakery, Wujud Dukungan terhadap Produk Lokal
Tinjau Stan Bank Jatim di MCF 2026, Bupati Sumenep Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Semakin Dekat dengan Masyarakat
Kunjungi Stan Kuliner dan Perhotelan Baghraf, Bupati Fauzi Tegaskan Pariwisata Harus Gerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:27 WIB

JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB