Yogyakarta – Di tengah semarak Apel Akbar KOKAM 2025 yang digelar di Sleman, Yogyakarta, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumenep tak melewatkan momentum untuk melakukan refleksi spiritual. Minggus 20 Juli 2025, rombongan Pemuda Muhammadiyah Sumenep menggelar ziarah ke makam KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, di kawasan Kauman, Yogyakarta.
Ziarah yang diikuti para kader muda ini berlangsung khidmat. Mereka secara khusus memanjatkan doa untuk sang tokoh pembaru Islam Indonesia, seraya merenungi perjuangan beliau dalam mendirikan Muhammadiyah pada tahun 1912—sebuah gerakan dakwah modern yang hingga kini terus tumbuh dan berkontribusi besar bagi bangsa.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep, Moh. Andriansyah, mengatakan bahwa ziarah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai bentuk napak tilas perjuangan, peneguhan jati diri gerakan, serta penguatan ruh ideologis kader.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ziarah ini adalah ruang refleksi dan penguatan nilai. KH. Ahmad Dahlan mengajarkan Islam yang mencerahkan, progresif, dan membumi. Kami ingin agar semangat itu terus tumbuh dalam diri kader Pemuda Muhammadiyah hari ini,” ujarnya.
KH. Ahmad Dahlan sendiri merupakan tokoh besar yang lahir pada 1868 dan wafat pada 1923. Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 1961 karena jasanya dalam membawa semangat pembaruan Islam yang berdampak luas, khususnya dalam bidang pendidikan dan sosial keumatan.
Melalui kegiatan ini, PDPM Sumenep berharap para kader dapat terus menumbuhkan semangat berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa. “Kami ingin estafet perjuangan ini tidak terputus. Kita lanjutkan dakwah berkemajuan dengan penuh dedikasi, keikhlasan, dan semangat zaman,” tambah Andriansyah.
Ziarah ini menutup rangkaian partisipasi PDPM Sumenep dalam Apel Akbar KOKAM 2025, sekaligus memperkuat makna perjalanan spiritual dan ideologis para kader Muhammadiyah dari ujung timur Madura.
Penulis : Redaksi







