SUMENEP, Detikzone.id – Hari berganti, tetapi langkah untuk berbagi tak boleh berhenti. Memasuki hari ke-74, Program Sedekah Setiap Hari yang digagas Detikzone.id kembali menyasar warga dhuafa di Kabupaten Sumenep, Jumat (14/8/2026).
Selama 74 hari tanpa putus, gerakan sosial ini terus menyusuri berbagai sudut kehidupan masyarakat. Dari lansia, janda tua, anak yatim, penyandang disabilitas, abang becak, pemulung, buruh harian hingga keluarga dhuafa, satu demi satu kisah perjuangan mereka ditemui secara langsung.
Kali ini, perhatian kembali diarahkan kepada kaum dhuafa yang harus bertahan hidup dengan keterbatasan ekonomi dan penghasilan yang tidak menentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian orang, kebutuhan makan mungkin hanya rutinitas. Namun bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap, memenuhi kebutuhan sehari-hari bisa menjadi perjuangan yang panjang.
Hari ini mungkin masih bisa makan. Namun, bagaimana dengan esok? Di situlah kepedulian menjadi berarti. Bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu mengubah seluruh keadaan, tetapi setidaknya dapat meringankan beban dan menghadirkan keyakinan bahwa masih ada orang yang peduli.
Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id tidak dibangun untuk mengejar angka semata. Setiap angka menyimpan cerita. Di balik hari ke-74, ada wajah-wajah masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan hidup dengan segala keterbatasannya.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan semangat utama program tersebut adalah mengajak masyarakat untuk tidak menunggu kaya sebelum berbagi.
“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu punya banyak untuk berbagi. Kalau kita memiliki sedikit dan sedikit itu bisa membantu orang lain, maka jangan takut untuk memberikannya,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan 74 hari justru menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“Yang kami jaga bukan sekadar angka 74 hari. Yang kami jaga adalah keikhlasan dan konsistensi. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi mereka yang kami temui,” katanya.
Ia menegaskan, kaum dhuafa sering kali berada sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Namun, tidak semua perjuangan mereka terlihat. Ada yang memilih diam. Ada yang tetap bekerja meski penghasilannya tidak menentu. Ada pula yang sudah tidak mampu bekerja dan hanya bertahan dengan bantuan orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, Detikzone.id berusaha melakukan penelusuran dan perjumpaan langsung agar bantuan dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari semangat “Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim” yang dikembangkan Detikzone.id. Jurnalisme tidak hanya ditempatkan sebagai sarana menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai jalan untuk menghadirkan kepedulian dan manfaat bagi masyarakat.
Selain Program Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, mulai dari santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep.
Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga tercintanya dan para orang baik yang selama ini ikut membersamai perjalanan program tersebut.
“Program ini bukan milik satu orang. Ini perjalanan kita bersama. Setiap dukungan dari keluarga dan orang-orang baik telah menjadi bagian dari kebaikan yang sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.
74 Hari Berjalan, Jejak Kebaikan Belum Berakhir
Tujuh puluh empat hari bukan perjalanan yang singkat. Namun, perjalanan tersebut juga bukan alasan untuk berhenti.
Masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan. Masih ada keluarga yang setiap hari harus menghitung kemampuan untuk memenuhi kebutuhan. Masih ada dhuafa yang menunggu uluran tangan di tengah kerasnya kehidupan.
Detikzone.id memilih untuk terus berjalan.
Bukan untuk mengejar pujian. Bukan pula sekadar mencatat berapa hari sebuah program mampu bertahan.
Tetapi untuk memastikan bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan, masih ada langkah kecil yang datang menghampiri mereka yang nyaris tak terdengar suaranya.
Hari ke-74 telah dilalui.
Namun, jejak kebaikan belum selesai.
Dari sudut-sudut Sumenep, Detikzone.id akan terus menyusuri kehidupan masyarakat, menemukan mereka yang membutuhkan, dan berusaha menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang tengah berjuang.
Sebab, berbagi tidak harus menunggu berlebih. Membantu tidak harus menunggu menjadi siapa-siapa. Dan terkadang, satu kepedulian kecil hari ini mampu menjadi alasan bagi seseorang untuk kembali tersenyum.
Penulis : Red







