Komitmen Jadikan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim sebagai Ruh Perjuangan, Hari ke-76 Detikzone Kembali Sasar Yatim-Lansia Sumenep

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id memasuki hari ke-76 dengan menyasar anak yatim dan lansia di Kabupaten Sumenep, sebagai wujud komitmen menghidupkan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim melalui kepedulian dan aksi nyata.

Ket Foto: Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id memasuki hari ke-76 dengan menyasar anak yatim dan lansia di Kabupaten Sumenep, sebagai wujud komitmen menghidupkan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim melalui kepedulian dan aksi nyata.

SUMENEP, 16 Agustus 2026 — Jurnalisme tidak hanya tentang menulis dan memberitakan. Bagi Detikzone.id, jurnalisme juga harus memiliki keberpihakan pada nilai kemanusiaan.
Semangat itulah yang terus dihidupkan melalui Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, yang dijadikan sebagai ruh dalam setiap langkah perjuangan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Memasuki hari ke-76, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id kembali bergerak. Kali ini, langkah kepedulian menyasar anak yatim dan lansia di Kabupaten Sumenep.

Di balik hiruk-pikuk kehidupan, masih ada mereka yang menjalani hari dengan keterbatasan. Lansia harus menghadapi usia yang semakin renta, sementara anak yatim menjalani kehidupan tanpa sosok ayah sebagai tempat bersandar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mungkin tidak selalu bersuara. Tidak selalu meminta. Namun, keterbatasan dan kebutuhan hidup membuat perhatian menjadi sesuatu yang begitu berarti.
Karena itu, program berbagi ini terus dijalankan dari hari ke hari.

76 hari bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat perjalanan menemui banyak wajah, mendengar beragam cerita dan menyaksikan langsung bagaimana sebagian masyarakat bertahan di tengah keterbatasan.

Sebelumnya, Program Sedekah Setiap Hari telah menyasar lansia, janda lanjut usia, anak yatim, penyandang disabilitas, abang becak, pemulung, buruh harian hingga keluarga dhuafa.

Setiap bantuan mungkin tidak mampu menghapus seluruh persoalan. Namun, satu uluran tangan dapat menghadirkan sedikit ruang untuk bernapas dan satu pesan penting bahwa mereka tidak sendirian.

Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki harta berlebih.

“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu punya banyak untuk berbagi. Kalau kita memiliki sedikit dan sedikit itu bisa membantu orang lain, maka jangan takut untuk memberikannya,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan selama 76 hari menjadi bukti bahwa kebaikan membutuhkan ketekunan dan konsistensi.
Namun, perjalanan tersebut tentu tidak selalu mendapat respons yang sama dari semua orang. Ada yang mendukung, ada pula yang tidak menyukai bahkan mencibir gerakan tersebut.

Bagi Pimred Detikzone.id,  perbedaan pandangan bukan alasan untuk menghentikan langkah.

“Tidak semua orang suka dengan gerakan ini. Ada yang mencibir, ada yang mempertanyakan. Itu bagian dari perjalanan. Kami tidak bisa memaksa semua orang untuk menyukai apa yang kami lakukan,” ujarnya.

Baginya, yang terpenting bukan bagaimana gerakan tersebut dipandang, melainkan apakah langkah kecil itu benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami tidak butuh panggung. Kami tidak sedang mencari tepuk tangan. Kami hanya ingin apa yang kami punya, meskipun tidak banyak, bisa menjadi manfaat bagi orang lain. Kalau ada satu lansia yang merasa terbantu, ada satu anak yatim yang merasa diperhatikan, bagi kami itu sudah cukup,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebaikan tidak membutuhkan sorotan untuk tetap memiliki makna.

“Kalau niatnya untuk membantu, biarlah orang mau berkata apa. Kami akan tetap berjalan. Sebab, yang kami pertanggungjawabkan bukan cibiran manusia, tetapi niat dan apa yang kami lakukan,” katanya.

Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim kemudian menjadi ruh yang mengiringi perjalanan tersebut. Nilai jurnalistik tidak berhenti pada bagaimana sebuah peristiwa diberitakan, tetapi juga bagaimana media dapat hadir, melihat persoalan masyarakat dan ikut menyalakan kepedulian.

Selain Program Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, mulai dari santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.

Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari ikhtiar tersebut.

Perjalanan ini tidak berdiri sendiri. Dukungan keluarga dan orang-orang baik menjadi bagian penting dari keberlangsungan berbagai gerakan sosial yang dilakukan.

“Program ini bukan milik satu orang. Ini perjalanan kita bersama. Setiap dukungan dari keluarga dan orang-orang baik telah menjadi bagian dari kebaikan yang sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.

Hari ke-76 telah dilewati. Namun, langkah itu belum berhenti.

Masih ada lansia yang membutuhkan perhatian. Masih ada anak yatim yang membutuhkan uluran tangan. Masih ada keluarga dhuafa yang menunggu hadirnya kepedulian.

Selama masih ada kesempatan untuk berbagi, langkah itu akan terus diupayakan.
Sebab, bagi Detikzone.id, jurnalisme bukan hanya tentang apa yang ditulis, tetapi juga tentang apa yang bisa diperjuangkan untuk kemaslahatan sesama.

Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim akan terus dijadikan ruh dalam perjalanan tersebut, bukan untuk mencari panggung, bukan untuk mengejar pujian, tetapi untuk memastikan bahwa di tengah derasnya arus kehidupan, masih ada langkah kecil yang memilih untuk peduli.

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Sangkapura Gresik Gelar Lomba Baris Berbaris Pelajar
Semarak HUT RI ke-81, Warga RW 03 Kelurahan Bawang Kediri Tebar 8 Kwintal Lele, Ratusan Peserta Serbu Sungai Centong untuk Mancing Bareng
Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Hari ke-75 Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Hadir untuk Janda Tua di Sumenep
Bang Ali Wujudkan Harapan Bocah Difabel Pasongsongan Sumenep, Keluarga Irsya: Semoga Allah Membalas Semua Kebaikannya
Di Hari Pramuka, Agus Sugianto Antar Irsya Menjemput Harapan di Pamekasan: Air Mata Haru Saat Kaki Palsu Mulai Mengajarkan Langkah Baru
Hari ke-74 Program Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Menyusuri Jejak Dhuafa di Tengah Kerasnya Perjuangan Hidup
Hari ke-73 Sedekah Setiap Hari di Sumenep, Detikzone.id Sasar Dhuafa Tak Berpenghasilan
H. Bambang Budianto Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Ayunda dan Singo Pakso Jaya Abadi Gelar Lomba HUT RI ke-81, Pererat Kebersamaan Karyawan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Komitmen Jadikan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim sebagai Ruh Perjuangan, Hari ke-76 Detikzone Kembali Sasar Yatim-Lansia Sumenep

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:31 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Sangkapura Gresik Gelar Lomba Baris Berbaris Pelajar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Warga RW 03 Kelurahan Bawang Kediri Tebar 8 Kwintal Lele, Ratusan Peserta Serbu Sungai Centong untuk Mancing Bareng

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Hari ke-75 Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Hadir untuk Janda Tua di Sumenep

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Bang Ali Wujudkan Harapan Bocah Difabel Pasongsongan Sumenep, Keluarga Irsya: Semoga Allah Membalas Semua Kebaikannya

Berita Terbaru