Seolah Jadi Kuburan Uang Rakyat, Proyek Mangkrak KIHT Probolinggo Malah Disebut Menunggu Restu Bupati

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, hingga kini belum juga beroperasi. Ironisnya, bangunan yang menyedot dana miliaran rupiah itu justru berubah jadi “museum sunyi” , mangkrak, rusak, dan nyaris ditelan semak belukar.

Alih-alih jadi motor penggerak ekonomi petani tembakau, KIHT justru teronggok seperti bangkai proyek gagal. Alasannya? Hanya satu, menunggu restu dari Bupati Probolinggo, dr. Muhammad Haris.

“Semua keputusan ada pada pimpinan. Kami masih menunggu perintah dan arahan dari beliau (Bupati, red) ” ujar Kepala Bidang Perindustrian pada DKUPP, Arie Kartika Sari, Senin (5/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, kondisi bangunan makin memprihatinkan.

Dari kejauhan tampak kokoh, tapi mendekat sedikit saja, kerusakan menganga, keramik dinding copot dan hancur, paving bergelombang, bagian belakang bangunan ditumbuhi semak liar, dan akar rumput menjalar liar tanpa kendali.

Yang lebih menyakitkan, proyek ini seolah-olah tak bertuan. Tak ada aktivitas. Tak ada rencana konkrit. Hanya janji-janji kosong yang terus menguap bersama waktu.

Aktivis pemantau anggaran, Rifki Anshori, menyayangkan kondisi ini.

“KIHT ini dibangun untuk menyelamatkan nasib petani tembakau dan UMKM hasil tembakau lokal. Tapi nyatanya malah jadi proyek mubazir yang dibiarkan mangkrak bertahun-tahun. Apa kita sedang menonton pembiaran yang disengaja?” tegasnya.

Rifki juga menilai lambannya eksekusi operasional proyek ini mencerminkan minimnya komitmen terhadap nasib petani dan pelaku industri kecil tembakau.

“Kalau hanya menunggu restu tanpa tenggat waktu yang jelas, ini bisa jadi dalih politik yang membunuh ekonomi rakyat kecil secara perlahan,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Probolinggo terkait alasan belum dioperasikannya KIHT yang pembangunannya sudah selesai sejak lama.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu
Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus
Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti
Bupati Sumenep Pasang Alarm Integritas, Kepala Inspektorat Baru Diminta Perketat Pengawasan dan Cegah Penyimpangan
Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Dobrak Layanan Digital, Pemkot Probolinggo Luncurkan Super App B Link dan Gelar PPID Awards 2026

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:39 WIB

Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern

Senin, 20 Juli 2026 - 16:21 WIB

Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:31 WIB

Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:23 WIB

Bupati Sumenep Pasang Alarm Integritas, Kepala Inspektorat Baru Diminta Perketat Pengawasan dan Cegah Penyimpangan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Berita Terbaru