SUMENEP- Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI Polri (FKPPI) sukses menggelar Madura Open Festival Cipta Lagu Musik Tong-tong 2025 di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS), tepat di depan Kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Jumat (9/8/2025) malam.
Acara yang menjadi ajang kreativitas sekaligus pelestarian musik tradisional khas Madura ini dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai kalangan. Sejak pukul 18.10 WIB, lokasi sudah dipadati penonton yang antusias menyaksikan penampilan grup musik tong-tong terbaik dari Sumenep dan Pamekasan.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya deretan stand UMKM di sisi barat lokasi acara. Berbagai kuliner khas Madura tersaji, menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian lezat sambil menyaksikan alunan musik tong-tong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Festival kali ini diikuti grup-grup musik ternama dengan karya ciptaan masing-masing, di antaranya Pornama Alam (Labeng Mesem), Spensa Musik Percussi (Keraton Soengennep), Joko Maru (Rek Lancor), Lanceng Spectra (Kapencot Taman Sare), Mega Remmeng (Kasur Pasir), Putra Djenengan (Ojhung), Pangeran Girpapas (Keraton Soengennep), Raden Ageng (Eladak Rantai), dan Putra Lanyala (Tugu Keris).
Keberagaman tema lagu yang diusung peserta menampilkan kekayaan budaya dan sejarah Sumenep, mulai dari legenda lokal, ikon daerah, hingga tradisi rakyat, yang terkemas dalam denting khas musik tong-tong.
Bupati Sumenep melalui Kepala Bappeda sekaligus OPD pengampu menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival ini. “Ajang ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi benteng pelestarian musik tong-tong agar tetap hidup di tengah arus modernisasi, serta menjadi ruang bagi musisi lokal untuk berkreasi dan memperkenalkan karyanya,” ujarnya.
Acara berlangsung lancar hingga malam hari berkat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumenep, kolaborasi FKPPI, Disbudporapar, media partner, serta sponsor yang terlibat. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu menjaga napas kebudayaan Madura sekaligus mendongkrak pariwisata daerah.
Penulis : Redaksi







