BAWEAN – Lajnah GEMMATAN Idarah Wustha JATMAN Jawa Timur menggelar Kemah Sufi Muda dan Bazar Sufistik II pada 12–14 Juni 2026 di kawasan Pantai Kerrong Mombhul, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat spiritualitas, wawasan kebangsaan, dan kaderisasi generasi muda Nahdliyin melalui pendekatan tasawuf.

Acara ini merupakan bagian dari ikhtiar Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Jawa Timur dalam menanamkan nilai-nilai sufistik kepada generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemah Sufi Muda dan Bazar Sufistik II bertujuan membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, religius, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain kegiatan perkemahan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari kajian tasawuf, dzikir bersama, outbound spiritual, bazar sufistik, hingga diskusi kebangsaan.
Sejumlah tokoh dan ulama hadir sebagai narasumber, di antaranya KH. Nurcholis Misbah, KH. Fathul Huda, Ir. KH. Thonthowi Jauhari, Dr. K.H. Aba Abror Al-Muqaddam, Lc., Drs. K.H. Cholil Arphaphy, M.M., Dr. K.H. Kharisuddin Aqib, M.Ag., serta K.H. Moh. Fauzi Rouf.

Dalam sambutannya, Mudir JATMAN Bawean, Dr. K.H. Aba Abror Al-Muqaddam, Lc., menyampaikan bahwa Kemah Sufi Muda merupakan sarana untuk menanamkan nilai-nilai spiritual kepada generasi muda sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kepedulian sosial.
“Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal tasawuf secara lebih dekat, memperkuat akhlak, dan membangun kebersamaan dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Bawean, K.H. Moh. Fauzi Rouf. Ia menegaskan pentingnya pembinaan spiritual di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat agar mampu menjadi pemimpin masa depan yang amanah dan berintegritas.
Pembukaan resmi Kemah Sufi Muda dan Bazar Sufistik II dilakukan oleh Anggota Rais Idarah Wustha JATMAN Jawa Timur, Dr. K.H. Kharisuddin Aqib, M.Ag. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa tasawuf merupakan jalan pembentukan karakter yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia.
“Melalui kegiatan ini, JATMAN Jawa Timur berupaya menanamkan nilai-nilai tasawuf dan kebangsaan kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa,” tuturnya.
Peserta mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari, mulai dari registrasi, pembukaan, seminar dan keynote speech, kajian tarekat, qiyamul lail, dzikir bersama, bazar sufistik, sidang komisi, hingga penutupan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, JATMAN Jawa Timur berharap dapat melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah, memiliki wawasan keislaman yang mendalam, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyaraajan
Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan spiritual, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wahana kaderisasi yang melahirkan generasi penerus JATMAN yang tangguh, berintegritas, dan siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara.
Penulis : Abd Hamid








