SUMENEP, detikzone.id – Di saat sebagian orang memilih beristirahat karena kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih, Detikzone.id justru memastikan satu hal yang tidak boleh berhenti, yakni kepedulian kepada sesama. Memasuki hari ke-64, Selasa (4/8/2026), Program Berbagi Setiap Hari kembali menyalurkan santunan kepada seorang lansia penderita stroke dan warga dhuafa di Kabupaten Sumenep.
Program ini tetap berjalan meski Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, masih dalam masa pemulihan kesehatan. Baginya, sakit adalah ujian yang harus dijalani, bukan alasan untuk menghentikan ikhtiar membantu masyarakat kecil yang setiap hari berjuang menghadapi kerasnya kehidupan.
Penerima bantuan kali ini merupakan seorang lansia yang telah lama menderita stroke. Penyakit yang dideritanya membuat kemampuan fisiknya menurun drastis. Aktivitas yang dahulu dapat dilakukan secara mandiri, kini harus dibantu orang lain. Di tengah kondisi tersebut, keterbatasan ekonomi semakin memperberat beban hidup yang harus dijalani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Santunan juga diberikan kepada warga dhuafa yang hidup dengan penghasilan tidak menentu. Di balik rumah sederhana dan kehidupan yang serba pas-pasan, mereka tetap bertahan dengan penuh kesabaran, sembari berharap masih ada tangan-tangan yang peduli dan bersedia meringankan beban hidup mereka.
Bagi Detikzone.id, bantuan yang diberikan mungkin tidak besar. Namun, yang ingin dijaga bukan semata nilai bantuan, melainkan pesan bahwa masyarakat kecil tidak boleh merasa ditinggalkan. Masih ada kepedulian yang hidup dan terus bergerak tanpa mengenal waktu maupun keadaan.
Selama 64 hari berturut-turut tanpa pernah terputus, Program Berbagi Setiap Hari telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak yatim, janda tua, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, nelayan, buruh harian, tukang becak, pemulung, pedagang kecil, hingga keluarga dhuafa di berbagai pelosok Kabupaten Sumenep.
Program ini lahir dari semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, sebuah gerakan yang menegaskan bahwa media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan manfaat nyata melalui aksi sosial yang berkelanjutan.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa ujian kesehatan yang dialaminya justru membuatnya semakin memahami arti syukur, kesehatan, dan pentingnya berbagi kepada sesama.
“Saat sakit, saya merasakan betapa berharganya perhatian, doa, dan kepedulian dari banyak orang. Karena itu, selama Allah masih memberikan kesempatan hidup, kami ingin terus berbagi. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, jangan menunggu sehat untuk berbuat baik. Berbuat baik bisa dimulai dari apa yang kita mampu hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, Program Berbagi Setiap Hari bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi merupakan komitmen agar media tetap memiliki hati di tengah derasnya arus informasi.
“Kami ingin Detikzone.id tidak hanya dikenal karena berita yang kami sajikan, tetapi juga karena manfaat yang kami hadirkan. Jika suatu hari berita kami terlupakan, semoga kebaikan yang kami lakukan tetap hidup dalam doa anak-anak yatim, para lansia, kaum dhuafa, dan masyarakat kecil yang pernah merasakan uluran tangan kami,” tambahnya.
Selain Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id juga terus menggerakkan berbagai aksi kemanusiaan lainnya, seperti santunan anak yatim, bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, bantuan biaya pengobatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah bagi keluarga pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako, hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Lebih jauh, Detikzone.id juga telah menyiapkan langkah besar berikutnya. Ke depan, media ini bertekad mewujudkan Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep. Program tersebut diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh makanan yang layak tanpa dipungut biaya, sehingga tidak ada lagi warga yang harus menahan lapar karena keterbatasan ekonomi.
Detikzone.id berharap cita-cita tersebut dapat terwujud melalui dukungan para dermawan, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Sebab, semakin banyak orang baik yang bergandengan tangan, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat kecil.
Hari ke-64 menjadi bukti bahwa kepedulian tidak boleh bergantung pada keadaan. Ketika sakit tidak menghentikan langkah untuk berbagi, maka sesungguhnya yang sedang dijaga bukan hanya sebuah program, melainkan nilai-nilai kemanusiaan yang terus hidup, tumbuh, dan menguat di tengah masyarakat. Dan bagi Detikzone.id, selama napas masih diberikan oleh Allah SWT, perjalanan berbagi ini akan terus dilanjutkan demi menghadirkan lebih banyak harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Penulis : Red







