Sindikat Penipuan Jual Beli Gudang di Semarang Terbongkar, Korban Rugi Rp 2 Miliar

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Detikzone.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil membongkar kasus penipuan bermodus jual beli gudang yang dijalankan sindikat lintas kota.

Aksi kejahatan ini berlangsung di sebuah hotel berbintang di Kota Semarang dan menelan kerugian hingga Rp2 miliar dari seorang korban.

Dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Rabu (20/8/2025), Direktur Reskrimum Kombes Pol Dwi Subagio memaparkan bahwa tiga tersangka telah diamankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka adalah YY alias Surya (62), HH alias Johan (55), dan TS alias Chandra (52). Sementara dua orang lain, yakni Steven dan Lenny, masih buron dan diduga sering berpindah tempat untuk menghindari aparat.

“Para pelaku berpura-pura menjadi pembeli gudang milik korban. Mereka menjanjikan akan membantu menjual kembali gudang tersebut kepada pihak lain dengan keuntungan besar. Korban yang tergiur kemudian diajak bertemu di sebuah hotel di Semarang,” ujar Kombes Dwi.

Dalam pertemuan itu, korban kembali ditipu dengan rangkaian rekayasa transaksi. Akibat bujuk rayu dan skenario para pelaku, korban akhirnya menyerahkan uang secara bertahap, yakni Rp1,2 miliar pada penyerahan pertama dan Rp800 juta pada penyerahan kedua, sehingga total mencapai Rp2 miliar.

Menurut Dwi, sindikat ini sudah sering beraksi di Jakarta. Namun, di Semarang mereka mengaku baru pertama kali mencoba, dan langsung berhasil diungkap oleh tim Ditreskrimum Polda Jateng.

Saat ini, ketiga tersangka ditahan di Mapolda Jateng dan dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan serta Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Polda Jateng juga telah mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) untuk memburu dua tersangka lain yang masih kabur.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan pihaknya terus mengejar para DPO tersebut. Ia juga mengingatkan agar keduanya segera menyerahkan diri.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi, terutama yang melibatkan jumlah uang besar. Jangan mudah tergiur janji keuntungan tanpa bukti yang jelas. Bila menemukan atau mengalami kejadian serupa, segera laporkan ke polisi,” tegas Artanto.

Penulis : Mualim

Berita Terkait

Lestarikan Budaya Leluhur, ASN Sumenep Wajib Berbusana Adat Keraton Selama Tiga Hari
Rangkul 15 Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat, Kapolresta Sumenep Perkuat Kamtibmas
Hak Korban Diperhatikan, Kapolresta Sumenep Serahkan Pinjam Pakai Kendaraan Barang Bukti
Cegah Gangguan Sejak Dini, Polresta Sumenep Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto oleh Propam Mabes Polri: Bagaimana Rekam Jejak dan Respons Polda Jatim?
Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto oleh Propam Mabes Polri: Bagaimana Rekam Jejak dan Respons Polda Jatim?
Bekali Mahasiswa Wiraraja, Dandim Sumenep Tegaskan Pemimpin Harus Berani, Visioner, dan Jadi Teladan
Antisipasi Panic Buying, Kapolresta Sumenep Cek SPBU Gedungan dan Pastikan Pengawasan BBM

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Lestarikan Budaya Leluhur, ASN Sumenep Wajib Berbusana Adat Keraton Selama Tiga Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Rangkul 15 Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat, Kapolresta Sumenep Perkuat Kamtibmas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Hak Korban Diperhatikan, Kapolresta Sumenep Serahkan Pinjam Pakai Kendaraan Barang Bukti

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Polresta Sumenep Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto oleh Propam Mabes Polri: Bagaimana Rekam Jejak dan Respons Polda Jatim?

Berita Terbaru