Gelombang Demo Kian Meluas, Pemkab Probolinggo Mulai Panik Kumpulkan 3 Serikat Buruh

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Disnaker Kabupaten Probolinggo

Kantor Disnaker Kabupaten Probolinggo

Probolinggo – Gelombang aksi demonstrasi buruh yang terus meluas di berbagai daerah kini mulai mengusik ketenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Situasi tersebut membuat Pemkab terlihat waspada bahkan terkesan panik, hingga mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan tiga paguyuban besar serikat buruh untuk berdiskusi, Senin (1/9/2025).

Pertemuan darurat yang digelar di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo itu menghadirkan perwakilan dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI), dan Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi).

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung dari pimpinan daerah untuk membuka ruang komunikasi dengan elemen buruh, sekaligus meredam potensi meluasnya aksi massa di wilayah Probolinggo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Paling tidak kita melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari suatu bencana, baik yang disebabkan oleh alam maupun oleh manusia, agar kondisi Kabupaten Probolinggo tetap aman,” ungkap dr. Anang.

Meski mencoba menenangkan situasi, Pemkab juga tak menutup mata terhadap potensi provokasi yang dapat memicu konflik horizontal. Oleh karena itu, dr. Anang mengimbau masyarakat Probolinggo agar tidak terjebak dalam arus provokasi maupun ikut dalam aksi demonstrasi yang berpotensi memperkeruh suasana.

“Pemerintah daerah berharap masyarakat tidak terprovokasi, apalagi ikut dalam aksi unjuk rasa. Hal itu hanya akan memperburuk konflik, merusak kedamaian batin, dan berdampak pada kesehatan mental masyarakat,” tandasnya.

Langkah Pemkab Probolinggo ini menandakan bahwa tensi gerakan buruh tidak bisa lagi dianggap sepele. Dengan semakin luasnya aksi unjuk rasa di berbagai daerah, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana pemerintah daerah mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjawab tuntutan buruh yang semakin nyaring terdengar.

 

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat
Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman
Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa
Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan
Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota
Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban
Dispendikbud Kota Probolinggo Bantah Dugaan Monopoli Pengadaan ATK dan EO
Fraksi PDIP Sumenep Kompak Gowes, Tunjukkan Keteladanan Dukung Kebijakan Hemat BBM Daerah

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:33 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Jumat, 17 April 2026 - 23:57 WIB

Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan

Jumat, 17 April 2026 - 20:17 WIB

Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota

Berita Terbaru