Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah NTB Ditutup Sekaligus Pengukuhan Aliansi Jurnalis Muhammadiyah

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram – Festival Pers dan Literasi yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat resmi ditutup di Café Cava Jempong, Kota Mataram. Penutupan dilakukan oleh Prof. Dr. Muchlas, M.T., Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Prof. Muchlas menekankan pentingnya menghidupkan tradisi pustaka dan literasi di tubuh Muhammadiyah, baik di NTB maupun secara nasional. Ia mendorong agar PWM NTB terus konsisten melahirkan karya dan gagasan melalui gerakan literasi.

“Festival ini harus menjadi awal untuk menggerakkan kembali semangat literasi Muhammadiyah. Kegiatan pustaka dan literasi jangan berhenti di sini, tetapi harus berlanjut hingga menghasilkan karya nyata,” pesan Prof. Muchlas pada Minggu (31/8/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan yang sama, turut dikukuhkan Aliansi Jurnalis Muhammadiyah NTB, yang dipimpin oleh Haris Al-Kindi, Pimpinan Redaksi NTB Satu. Aliansi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi para jurnalis Muhammadiyah dalam menyuarakan gagasan pencerahan dan membangun budaya pers yang sehat.

Penutupan festival juga diisi dengan materi kejurnalistikan yang disampaikan oleh Agus Talino, Pimpinan Redaksi Suara NTB, serta Prof. Muchlas. Diskusi ini menyoroti pentingnya profesionalisme jurnalis, khususnya di lingkungan Muhammadiyah, untuk menjawab tantangan media di era digital.

Sementara itu, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM NTB, Yusron Saudi, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan peluncuran buku sejarah Muhammadiyah NTB pada 10 November 2025. “Mudah-mudahan buku ini sudah bisa diluncurkan untuk kemudian didiskusikan bersama publik,” ujarnya.

Dengan berakhirnya festival ini, PWM NTB berharap kegiatan literasi, penulisan sejarah, serta penguatan jaringan jurnalis Muhammadiyah dapat terus berlanjut dan menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan dakwah persyarikatan di NTB. red/asn

Penulis : Ari

Berita Terkait

Nelayan Ra’as Sumenep Hilang Saat Memancing, Perahu Ditemukan Mengapung Tanpa Pemilik
Masjid Besar Sa’adatuddarain Sangkapura Semarakkan Tahun Baru Islam dengan Pawai Lampion Muharram 1448 H
Di Bawah Risiko dan Tarikan Baja Raksasa, Dandim Sumenep Kawal Langsung Pemasangan Sling Jembatan Garuda
Polres Sumenep Umumkan Pencarian Orang Hilang Sabrina Azariyah, Terakhir Terlihat di Ellak Daya
Presiden Diminta Evaluasi Dirjen Bea Cukai, Gus Lilur: Pembantu Presiden Harus Punya Integritas
Polsek Gapura Sumenep Monitoring Tanaman Jagung Hibrida, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Sumenep
Penjahat Bernama Prabowo
Asrenum Panglima TNI Tinjau KDKMP di Blitar, Pastikan Kesiapan Operasional Dukung Perekonomian Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:57 WIB

Nelayan Ra’as Sumenep Hilang Saat Memancing, Perahu Ditemukan Mengapung Tanpa Pemilik

Senin, 15 Juni 2026 - 22:04 WIB

Masjid Besar Sa’adatuddarain Sangkapura Semarakkan Tahun Baru Islam dengan Pawai Lampion Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:21 WIB

Di Bawah Risiko dan Tarikan Baja Raksasa, Dandim Sumenep Kawal Langsung Pemasangan Sling Jembatan Garuda

Senin, 15 Juni 2026 - 12:12 WIB

Polres Sumenep Umumkan Pencarian Orang Hilang Sabrina Azariyah, Terakhir Terlihat di Ellak Daya

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:01 WIB

Presiden Diminta Evaluasi Dirjen Bea Cukai, Gus Lilur: Pembantu Presiden Harus Punya Integritas

Berita Terbaru

NASIONAL

STOP Anggaran Publikasi di Sumenep

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:35 WIB