Tangis Pecah di Aula Polres Jepara, Remaja Terlibat Kerusuhan Dipertemukan Kembali dengan Orang Tua

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA, Detikzone.id – Suasana haru menyelimuti aula Mapolres Jepara pada Kamis (4/9/2025), ketika belasan remaja yang sebelumnya diamankan karena terlibat kerusuhan akhirnya dipertemukan kembali dengan orang tua mereka.

Tangis pecah saat pintu ruangan dibuka, anak-anak itu berlari dan memeluk erat orang tua masing-masing.

Ada yang tersungkur di pangkuan ibunya sambil menangis, ada pula yang meminta maaf berulang kali dengan wajah tertunduk. Momen itu pun membuat banyak orang tua ikut menitikkan air mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menjelaskan, para remaja tersebut diamankan setelah diduga ikut dalam aksi anarkis di sekitar Mapolres dan Kantor DPRD Jepara beberapa hari lalu.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui sebagian besar dari mereka masih berstatus pelajar SMP dan SMA.

“Mereka mengaku tidak memahami betul alasan aksi unjuk rasa. Sebagian besar hanya ikut-ikutan setelah melihat video kerusuhan yang viral di media sosial,” ungkap AKP Dwi.

Melihat kondisi itu, Polres Jepara bersama Forkopimda memutuskan untuk mengembalikan para pelajar tersebut kepada orang tua mereka.

Meski sempat menimbulkan keresahan, pendekatan humanis dipilih dengan harapan menjadi pembelajaran bagi anak-anak maupun orang tua.

Selain dipulangkan, para remaja ini juga akan mendapat pendampingan keluarga serta pembinaan dari pihak sekolah. Langkah ini diambil agar mereka tidak mudah terprovokasi di kemudian hari.

“Semoga kejadian ini menjadi peringatan, agar anak-anak kita lebih hati-hati dalam pergaulan dan bijak dalam menggunakan media sosial,” tambahnya.

Polres Jepara menegaskan, sikap humanis akan selalu diutamakan dalam menangani kasus yang melibatkan pelajar. Namun demikian, penegakan hukum tetap berjalan bagi mereka yang terbukti melakukan tindak pidana.

Kegiatan Parenting Day ini diharapkan mampu membuka kesadaran bersama bahwa pengawasan keluarga sangat penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

Dengan sinergi antara orang tua, sekolah, dan aparat, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, bertanggung jawab, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan. (Mualim)

Penulis : Mualim

Berita Terkait

Brak! Kecelakaan Beruntun Libatkan Travel dan Dua Truk, Pantura Situbondo Lumpuh
Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa yang Akurat dan Berkelanjutan
Hindari Mobil Belok Mendadak, Pengendara Motor Terjatuh di Alun-alun Kota Kediri
3.000 Lebih Dapur MBG Ditutup: Ini Kriteria Bermasalah, Cara Cegah, dan Sanksi Jera yang Diperlukan
Isi BBM Sambil Nikmati View Gunung di Pemalang Bikin Betah Pembeli Saat Mengantri
Gotong Royong Literasi, Lapas Cipinang Terima Ribuan Buku untuk Bangun Harapan Warga Binaan
Bangun Sinergitas Dunia Pendidikan, SMPN 1 Petarukan Gelar Silaturahmi
Kampung Unik di Pemalang, Tiap Rumah Miliki Jembatan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:26 WIB

Brak! Kecelakaan Beruntun Libatkan Travel dan Dua Truk, Pantura Situbondo Lumpuh

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:21 WIB

Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026: Fondasi Pembangunan Desa yang Akurat dan Berkelanjutan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:44 WIB

Hindari Mobil Belok Mendadak, Pengendara Motor Terjatuh di Alun-alun Kota Kediri

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:36 WIB

3.000 Lebih Dapur MBG Ditutup: Ini Kriteria Bermasalah, Cara Cegah, dan Sanksi Jera yang Diperlukan

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:13 WIB

Isi BBM Sambil Nikmati View Gunung di Pemalang Bikin Betah Pembeli Saat Mengantri

Berita Terbaru

SOSBUD

PSHT Sumenep Siapkan Generasi Tangguh dan Berbudi Luhur

Minggu, 7 Jun 2026 - 19:43 WIB