Ribuan Pencari Kerja Pulang Hampa, Job Fair Probolinggo Tuai Kekecewaan

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Derasnya Antrean Pencari Kerja, Minimnya Serapan Usai Job Fair Probolinggo

Derasnya Antrean Pencari Kerja, Minimnya Serapan Usai Job Fair Probolinggo

PROBOLINGGO, detikzone.id – Harapan ribuan pencari kerja (pencaker) untuk mendapatkan pekerjaan melalui pameran Job Fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo pada Juli lalu, ternyata tak berbuah manis. Alih-alih menekan angka pengangguran, penyerapan tenaga kerja pasca acara justru terbilang minim.

Meski kerumunan pencaker memenuhi halaman kantor Disnaker saat itu, banyak yang pulang dengan tangan hampa. Lowongan kerja yang terbatas, ditambah seleksi berlapis, membuat sebagian pencaker menilai job fair hanya sekadar seremoni dan formalitas. Bukan solusi nyata, melainkan ajang yang menghabiskan waktu, tenaga, bahkan biaya hingga puluhan juta rupiah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Probolinggo, Dewi Handayani, membenarkan bahwa tidak semua pelamar langsung diterima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Job fair memang wadah mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja. Tapi hasilnya tetap bergantung pada seleksi dan kebutuhan perusahaan. Sejauh ini, baru 70 orang yang sedang dalam proses penempatan dalam daerah, sedangkan untuk luar negeri masih menunggu uji kompetensi,” ujarnya, Selasa (09/09/2025).

Tercatat ada 27 perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Rinciannya, 20 perusahaan untuk penempatan dalam daerah, dan 7 perusahaan membuka peluang kerja di luar negeri.

Namun realita di lapangan tak seindah harapan. Dari ribuan pencaker yang berdesakan mendaftar, hanya segelintir yang berkesempatan lanjut ke tahap seleksi berikutnya. Banyak yang pulang dengan wajah kecewa, karena kesempatan kerja yang dijanjikan terasa semu.

Kondisi ini memunculkan kritik dari sejumlah pihak yang menilai job fair di Probolinggo belum menyentuh akar persoalan pengangguran. Mereka berharap ke depan, kegiatan serupa bukan hanya sekadar panggung seremonial, tetapi benar-benar mampu membuka akses kerja yang nyata bagi masyarakat.

 

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB