SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Ruang Rapat Potre Koning.
Kegiatan yang diikuti ASN, non-ASN, serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) ini mengusung tema “Membangun Harmoni Sosial dengan Semangat Rahmatan Lil ‘Alamin”.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat penting bagi ASN untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas kedinasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab yang dicontohkan Rasulullah harus menjadi pedoman ASN dalam bekerja. Hal ini sejalan dengan tugas kita sebagai perencana pembangunan dan pengelola manajemen ASN,” ujarnya, Jumat, 19/9.
Selain itu, Arif juga menyoroti pentingnya keharmonisan keluarga sebagai pondasi yang mendukung kinerja aparatur.
Acara turut diisi dengan lantunan sholawat dari Yassir Siratul Islam dan tausiyah oleh KH. Moh. Rozin, MZ, pengasuh Pondok Pesantren Siratul Islam Pordapor Guluk-Guluk. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan agar peringatan Maulid tidak hanya berhenti pada seremonial, melainkan menjadi dorongan untuk mengamalkan akhlak Rasulullah di tengah masyarakat.
Sebagai wujud kepedulian sosial, Ketua DWP Bappeda dan BKPSDM, Asih Wulandari, menyerahkan santunan kepada anak yatim.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat memperkuat integritas ASN serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih maju dan bermartabat.
Peringatan Maulid Nabi yang digelar Bappeda dan BKPSDM Sumenep bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa aparatur sipil negara memiliki peran penting dalam meneladani akhlak Rasulullah. Nilai integritas, amanah, dan tanggung jawab yang ditekankan dalam kegiatan ini sejalan dengan tuntutan birokrasi yang bersih dan profesional.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut memberi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian fisik dan angka statistik, tetapi juga dari kualitas moral aparatur yang menjalankannya. Jika nilai religiusitas dan harmoni sosial benar-benar meresap ke dalam diri ASN, maka pelayanan publik akan berjalan lebih humanis, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan demikian, momentum Maulid Nabi seharusnya menjadi titik tolak lahirnya semangat baru bagi ASN di Sumenep untuk mengabdi dengan integritas, menjaga keharmonisan, serta menempatkan kepentingan publik di atas segalanya.
Penulis : Redaksi







