SUMENEP – Harapan besar di balik Program Makan Bergizi (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tampaknya tidak selalu berbuah manis di lapangan. Kenyataan yang terekam di SDN Pabian IV, Kecamatan Kota Sumenep, justru membuka tabir lain. Program yang seharusnya menyehatkan, malah meninggalkan rasa getir di lidah dan hati para penerimanya, Senin, 20/10.
Dalam sebuah video yang diterima redaksi Detikzone.id, suasana makan siang di kelas sekarang berubah menjadi hening. Seorang bocah dengan suara lantang berkata kepada gurunya, bahwa ayamnya keras.
Wali kelas yang berada di depan kelas mencoba menenangkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau keras, jangan dimaem Nak,” katanya.
Namun ucapan sederhana itu menyimpan potret nyata dari persoalan yang lebih dalam bahwa kualitas makanan yang seharusnya bergizi, justru dikeluhkan tidak layak konsumsi.

Menu yang diterima anak-anak pada hari itu terdiri dari nasi putih, tahu goreng, dua potong lauk goreng (yang disebut ayam atau olahan daging), sayur buncis-wortel, dan pisang.
Sekilas terlihat sehat, tetapi setelah dicicipi, rasa dan tekstur justru mengejutkan.
Salah satu wali murid yang ditemui Detikzone mengaku kecewa.
“Saya kira anak saya manja. Tapi setelah saya coba, ayamnya keras sekali. Gigi saya sampai sakit. Saya malah takut anak-anak nanti sakit perut atau keracunan,” katanya.
Ia mengaku mendukung program pemerintah, tetapi berharap ada pengawasan yang lebih serius terhadap pihak penyedia makanan.
“Kalau programnya baik, tentu kami dukung. Tapi kalau kualitasnya begini, lebih baik dievaluasi dulu daripada membahayakan anak-anak,” tegasnya.
Sementara pihak sekolah, termasuk wali kelas 6 SDN Pabian IV, Rofik saat dikonfirmasi Detikzone.id belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Program Makan Bergizi seharusnya menjadi langkah strategis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan generasi muda. Namun di lapangan, pelaksanaannya masih menyisakan banyak catatan, terutama pada aspek mutu bahan dan pengawasan proses pengolahan.
Kasus di SDN Pabian IV menjadi alarm penting bagi para pelaksana program di seluruh daerah. Sebab, di balik setiap piring nasi yang disajikan, ada tanggung jawab moral dan masa depan anak-anak bangsa yang harus dijaga.







