Demi Gizi, Anak SDN Pangarangan III Sumenep Justru Merintih, Program MBG Presiden Dinilai Tak Berguna

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspresi polos anak-anak SDN Pangarangan III Sumenep saat mencicipi menu Program Makan Bergizi. “Pak Prabowo, keras banget ayamnya,” ujar salah satu siswa.

Ekspresi polos anak-anak SDN Pangarangan III Sumenep saat mencicipi menu Program Makan Bergizi. “Pak Prabowo, keras banget ayamnya,” ujar salah satu siswa.

SUMENEP – Program Makan Bergizi (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sejatinya menjadi langkah mulia untuk menekan angka stunting dan menumbuhkan generasi kuat.
Namun, di lapangan, pelaksanaannya tak selalu berjalan sesuai harapan.
Fenomena di SDN Pabian IV, dan yang terbaru di SDN Pangarangan III Kecamatan Kota Sumenep, membuka mata publik tentang pentingnya pengawasan kualitas dalam program nasional tersebut.

Senin (20/10), suasana makan siang di salah satu ruang kelas berubah menjadi riuh bukan karena tawa, melainkan keluhan.

Dalam sebuah video yang diterima Detikzone.id, beberapa siswa dengan polos menyampaikan uneg-uneg mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Prabowo, review… Mentah wortelnya, keras banget, Pak. Keras ayamnya, keras!”

Keluhan itu terlontar dari siswa kelas IV yang tampak kecewa dengan menu yang mereka terima.

Sang guru di sisi lain berusaha membujuk anak-anak agar tetap menghabiskan makanan itu.

 “Dimakan, Nak… dimakan,” ujarnya berulang kali, meski sebagian siswa masih terlihat enggan.

Sementara salah satu Wali Kelas di SDN Pangarangan hingga berita ini terbit belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut walaupun sudah dikonfirmasi.

Seorang wali murid yang ditemui Detikzone.id mengaku prihatin. Ia mendukung niat baik pemerintah, tetapi menyayangkan lemahnya pengawasan di lapangan.

“Lebih baik anak makan di rumah saja. Walaupun saya miskin, saya tidak tega kalau anak saya dikasih makanan seperti itu. Ayamnya kerasnya seperti batu. Ini program tidak berguna,” ujarnya.

Menurutnya, niat baik pemerintah bisa menjadi sia-sia bila pelaksanaannya tidak diiringi dengan kontrol kualitas yang ketat.

“Kalau mau menyehatkan anak-anak, pastikan dulu makanannya benar-benar layak. Jangan sampai nanti malah membuat mereka sakit,” tambahnya.

Program Makan Bergizi sejatinya merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia sejak dini.

Namun, kasus di Sumenep ini menjadi pengingat penting bahwa kualitas lebih utama daripada kuantitas.
Anak-anak tidak hanya butuh makan gratis, tapi juga makanan yang aman, bergizi, dan pantas dikonsumsi.

Program besar seperti MBG akan mencapai tujuannya bila tiga hal berjalan seiring: pengawasan, transparansi, dan tanggung jawab moral.
Pemerintah daerah, penyedia makanan, dan sekolah perlu memastikan bahwa setiap piring nasi yang tersaji benar-benar membawa gizi  bukan keluhan.

Berita Terkait

Bukan Karena Ditunda, Tetapi Karena Tanggung Jawab: Kisah di Balik Kelulusan SDN Panaongan III Sumenep
Tentukan Masa Depan Siswa, SDN Pasongsongan I Sumenep Gelar Pleno Kelulusan, Kepsek Mariyatul Qiptiyah Tekankan Objektivitas
Juara HAN 2026 Sangkapura Siap Wakili Bawean ke Tingkat Kabupaten Gresik
Tumbuhkan Kreativitas Anak, HAN 2026 Sangkapura Hadirkan Beragam Lomba Edukatif
Dari Sekolah Terpencil, Menantang Kabupaten! SDN Panaongan III Kembali Kirim Duta Terbaik ke O2SN 2026
Misi Revans Pasongsongan di O2SN 2026! Sumenep Dibayangi Cedera Atlet Andalan, Target Provinsi Tetap Menyala
Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL
Founder BIP Ali Zainal Abidin Siap Salurkan Ribuan Tas Sekolah Berpesan Moral, Wujud Kepedulian untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Tahun Ajaran Baru

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bukan Karena Ditunda, Tetapi Karena Tanggung Jawab: Kisah di Balik Kelulusan SDN Panaongan III Sumenep

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tentukan Masa Depan Siswa, SDN Pasongsongan I Sumenep Gelar Pleno Kelulusan, Kepsek Mariyatul Qiptiyah Tekankan Objektivitas

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:36 WIB

Juara HAN 2026 Sangkapura Siap Wakili Bawean ke Tingkat Kabupaten Gresik

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:41 WIB

Tumbuhkan Kreativitas Anak, HAN 2026 Sangkapura Hadirkan Beragam Lomba Edukatif

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:03 WIB

Dari Sekolah Terpencil, Menantang Kabupaten! SDN Panaongan III Kembali Kirim Duta Terbaik ke O2SN 2026

Berita Terbaru

SOSBUD

Festival Sahabat An-Nur Meriahkan Harlah Ke-3 SDNU An-Nur

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:59 WIB