Polisi Peduli Generasi di Sumenep: Aipda Agus Junaidi Lindungi Siswa SDN Manding Laok I Setiap Pagi

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aipda Agus Junaidi sigap membantu siswa SDN Manding Laok I menyeberang jalan dengan aman, setiap pagi, menunjukkan pengabdian nyata polisi untuk keselamatan anak-anak

Aipda Agus Junaidi sigap membantu siswa SDN Manding Laok I menyeberang jalan dengan aman, setiap pagi, menunjukkan pengabdian nyata polisi untuk keselamatan anak-anak

SUMENEP – Setiap pagi, di depan gerbang SDN Manding Laok I, pemandangan yang sama selalu terlihat: seorang anggota polisi berdiri sigap, membantu siswa-siswi menyeberang dengan aman menuju sekolah. Sosok itu adalah Aipda Agus Junaidi, anggota Polsek Manding, Polres Sumenep yang telah dikenal luas karena kepeduliannya terhadap keselamatan anak-anak sekolah, Selasa, 18/11/2025.

Kehadirannya bukan hanya formalitas tugas. Ia konsisten turun langsung ke jalan, memastikan setiap anak tiba di sekolah dengan aman.

Ditengah ramainya arus kendaraan pagi hari, perhatian terhadap keselamatan pelajar menjadi hal yang sangat penting. Upaya yang dilakukan Aipda Agus Junaidi menjadi bentuk nyata bagaimana polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir untuk mendukung pendidikan dan masa depan generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para wali murid pun merasa sangat terbantu. Sulastri, salah satu wali murid, mengaku bangga dengan kepedulian Polsek Manding. Ia menyampaikan apresiasinya kepada Polres Sumenep, yang dinilai memiliki anggota berintegritas serta berakhlak baik.

“Anak saya merasa aman setiap pagi. Ada Pak Agus yang bantu menyeberang. Sebagai orang tua, kami sangat terbantu,” ujar Sulastri.

Senada dengan itu, hampir semua wali murid memberikan penghargaan dan terima kasih kepada Aipda Agus Junaidi, yang mereka sebut sebagai sosok polisi humanis dan teladan di lingkungan pendidikan.

Pengakuan serupa datang dari tokoh masyarakat sekaligus pemerhati sosial, K. Ramok.

K. Ramok menilai tindakan sederhana namun penting yang dilakukan Aipda Agus Junaidi adalah bentuk ketulusan pengabdian yang patut dicontoh.

“Keselamatan anak-anak adalah hal yang sering dianggap sepele, padahal ini bagian dari membangun generasi. Apa yang dilakukan Pak Agus ini luar biasa. Masyarakat sangat merasakan manfaatnya,” ujar K. Ramok.

Selain memberikan rasa aman, apa yang dilakukan Aipda Agus Junaidi juga memberi edukasi langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas. Siswa-siswi belajar bahwa menyeberang harus pada tempatnya, mengikuti arahan petugas, dan selalu berhati-hati.

Kegiatan ini diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk lebih sadar pada budaya tertib lalu lintas, terutama di lingkungan sekolah. Keselamatan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua atau sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Tokoh masyarakat K. Ramok berharap apa yang dilakukan Aipda Agus Junaidi dapat terus berlangsung dan menjadi program berkelanjutan.

“Semoga lebih banyak petugas maupun masyarakat lain terinspirasi untuk berkontribusi menjaga keselamatan anak-anak,” tandas K. Ramok.

Melihat konsistensi Aipda Agus Junaidi setiap pagi, publik sebenarnya perlu mulai menilai bahwa tugas polisi bukan hanya soal penindakan hukum, tetapi juga pengabdian sosial yang jarang terlihat di permukaan. Sosok seperti Aipda Agus menunjukkan bahwa masih banyak polisi yang bekerja dengan hati, tanpa sorotan kamera dan tanpa pamrih.

Justru tindakan sederhana seperti membantu anak menyeberang inilah yang memberi dampak besar pada masyarakat. Ini seharusnya membuka mata kita bahwa budaya keselamatan jalan raya bukan hanya soal rambu dan aturan, tetapi tentang teladan nyata yang bisa dilihat anak-anak setiap hari.

Bila satu anggota polisi saja mampu mengubah rasa aman satu sekolah, maka sudah seharusnya seluruh elemen masyarakat baik orang tua, guru, hingga pemerintah desa mulai berperan aktif menjaga lingkungan pendidikan. Keamanan anak bukan tanggung jawab aparat semata, melainkan tanggung jawab kolektif.

Kita perlu mendorong agar tindakan positif seperti ini mendapatkan ruang lebih besar, dihargai, dan ditiru. Karena ketika masyarakat melihat polisi bekerja dengan hati, kepercayaan publik akan tumbuh, dan hubungan antara aparat dan masyarakat akan semakin kuat.

Berita Terkait

Dorong Pertanian Maju, Polsek Gapura Sumenep Salurkan Bibit Jagung Hibrida untuk Kelompok Tani
Ajudan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin Bikin Suasana Cafe Mami Muda Sumenep Hidup, Malam Silaturahmi Berubah Jadi Panggung Keakraban
Polres Sumenep Dukung Ketahanan Pangan, Tinjau Panen Melon Smart Farming di Desa Kasengan
Polisi Bongkar Misteri “Pocong” Viral di Situbondo, Ternyata Cuma Editan AI
Momentum Iduladha, Kodim Sumenep Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Kurban
Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha, Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim Tekankan Spirit Kurban dalam Pengabdian Bhayangkara
Kapolres Sumenep Perkuat Silaturahmi Lewat Tausiyah Bersama KH. Muhammad Husein Qadavi
Harkitnas 2026, Dandim dan Kapolres Sumenep Ajak Generasi Muda Wujudkan Indonesia Tangguh

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:31 WIB

Dorong Pertanian Maju, Polsek Gapura Sumenep Salurkan Bibit Jagung Hibrida untuk Kelompok Tani

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:50 WIB

Ajudan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin Bikin Suasana Cafe Mami Muda Sumenep Hidup, Malam Silaturahmi Berubah Jadi Panggung Keakraban

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:27 WIB

Polres Sumenep Dukung Ketahanan Pangan, Tinjau Panen Melon Smart Farming di Desa Kasengan

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:48 WIB

Polisi Bongkar Misteri “Pocong” Viral di Situbondo, Ternyata Cuma Editan AI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:49 WIB

Momentum Iduladha, Kodim Sumenep Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Kurban

Berita Terbaru