Ayo Jaga Sumenep Bersama, Karena Sampah yang Kita Buang Menentukan Wajah Daerah Kita

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sampah yang dibuang sembarangan di tepi jalan menjadi potret nyata rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga mengganggu kesehatan warga sekitar.

Ilustrasi sampah yang dibuang sembarangan di tepi jalan menjadi potret nyata rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga mengganggu kesehatan warga sekitar.

SUMENEP – Sesungguhnya, persoalan sampah bukan semata-mata urusan pemerintah, petugas kebersihan, ataupun Dinas Lingkungan Hidup. Sampah adalah cerminan perilaku kita sendiri. Ketika lingkungan kotor, sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan bukan hanya keindahan kota, melainkan juga kesadaran dan tanggung jawab sosial masyarakatnya.

Karena itu, upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Gerakan Bersih Lingkungan setiap Jumat patut diapresiasi sebagai langkah nyata membangun budaya peduli lingkungan dari akar rumput. Gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial memungut sampah, melainkan sebuah ajakan moral agar seluruh elemen masyarakat menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Pemandangan inspiratif terlihat pada Jumat (29/5/2026), ketika ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, BUMN, hingga masyarakat turun langsung membersihkan lingkungan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Desa Pabian hingga Jalan Yos Sudarso Desa Marengan Daya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka datang bukan untuk mencari pujian, melainkan menunjukkan bahwa perubahan hanya dapat terjadi ketika semua pihak bersedia terlibat. Dengan membawa sapu, cangkul, karung sampah, dan berbagai perlengkapan kebersihan lainnya, mereka bergotong royong membersihkan sampah, memangkas rumput liar, serta menata saluran air yang selama ini menjadi bagian dari wajah kota.

Hal itu juga selaras dengan semangat Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang menempatkan kebersihan lingkungan sebagai pondasi utama terciptanya masyarakat yang sehat, nyaman, dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, gerakan tersebut perlahan membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dibebankan kepada segelintir orang. Sebab seberapa banyak petugas kebersihan bekerja, tidak akan pernah cukup jika masyarakat masih membuang sampah sembarangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan bahwa tujuan utama gerakan ini adalah menumbuhkan budaya hidup bersih yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Gerakan ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Harapannya, budaya hidup bersih terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mengandung pesan penting bahwa kebersihan bukan pekerjaan musiman. Kebersihan adalah kebiasaan. Kebersihan adalah karakter. Dan karakter itulah yang akan menentukan wajah sebuah daerah di masa depan.

Sudah saatnya masyarakat berhenti berpikir bahwa sampah yang dibuang di pinggir jalan akan hilang dengan sendirinya. Sampah yang dibuang sembarangan pada akhirnya akan kembali kepada manusia dalam bentuk banjir, pencemaran lingkungan, penyakit, hingga rusaknya estetika kota.

Karena itu, membangun Sumenep tidak harus selalu dimulai dari proyek besar bernilai miliaran rupiah. Membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan ikut serta dalam kegiatan gotong royong adalah bentuk pembangunan yang paling sederhana, namun memiliki dampak luar biasa.

Setiap Jumat pagi, Sumenep sejatinya tidak hanya sedang membersihkan jalan. Sumenep sedang menanamkan nilai tanggung jawab kepada warganya. Sumenep sedang mengajarkan kepedulian kepada generasi mudanya. Dan Sumenep sedang membangun peradaban yang dimulai dari kesadaran kecil bahwa lingkungan yang bersih adalah hak sekaligus kewajiban bersama.

Sebab pada akhirnya, kota yang bersih bukan hanya enak dipandang mata, tetapi juga menjadi simbol kedewasaan masyarakat yang memahami bahwa menjaga lingkungan adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Penulis : Red

Berita Terkait

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026
Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN
Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah
Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu
Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026
Santri Husada Jadi Garda Terdepan, Dinkes Probolinggo Perkuat Fondasi Pesantren Sehat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Rombak 25 Posisi Strategis, Dorong Birokrasi Lebih Cepat, Adaptif, dan Melayani
Bupati Sumenep Serukan Revolusi Koperasi, Saatnya Naik Kelas dan Berdaya Saing

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:45 WIB

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:53 WIB

Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:51 WIB

Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:51 WIB

Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 21:34 WIB

Santri Husada Jadi Garda Terdepan, Dinkes Probolinggo Perkuat Fondasi Pesantren Sehat

Berita Terbaru