Membangun Ekonomi Halal Berkelanjutan di Era Modern

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional –  Dalam beberapa tahun terakhir, istilah ekonomi halal semakin sering kita dengar. Banyak orang mengira ekonomi halal hanya sebatas makanan atau minuman yang sesuai dengan syariat Islam. Padahal, makna ekonomi halal jauh lebih luas. Ia mencakup seluruh aktivitas ekonomi yang berlandaskan pada nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta sesama manusia.

Apa Itu Ekonomi Halal?

Ekonomi halal adalah sistem ekonomi yang memastikan setiap kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi dilakukan sesuai prinsip halal dan thayyib (baik). Artinya, tidak hanya bebas dari hal yang dilarang agama, tetapi juga memperhatikan etika bisnis, kelestarian alam, dan kesejahteraan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contohnya, bukan hanya makanan yang perlu halal, tetapi juga cara perusahaan memperlakukan karyawannya, bagaimana bahan baku diperoleh, dan apakah usahanya berdampak positif bagi masyarakat sekitar.

Mengapa Harus Berkelanjutan?

Kata “berkelanjutan” berarti kegiatan ekonomi harus bisa terus berjalan tanpa merusak lingkungan dan merugikan generasi berikutnya. Ekonomi halal berkelanjutan berusaha menyeimbangkan keuntungan bisnis dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Sebagai contoh, produsen kosmetik halal tidak hanya memastikan produknya bebas bahan haram, tetapi juga menggunakan kemasan ramah lingkungan dan tidak melakukan uji coba pada hewan. Prinsip ini membuat bisnis menjadi lebih dipercaya dan diterima oleh masyarakat global.

Peran Generasi Muda

Generasi muda memiliki peran besar dalam membangun ekonomi halal berkelanjutan. Melalui inovasi dan teknologi, banyak peluang baru bisa diciptakan—seperti bisnis fesyen halal, kuliner halal digital, wisata halal, hingga startup keuangan syariah. Dengan kreativitas dan semangat wirausaha, anak muda bisa menjadi motor penggerak perubahan menuju ekonomi yang lebih etis dan berdaya saing.

Kesimpulan

Membangun ekonomi halal berkelanjutan bukan hanya tanggung jawab umat Islam, tetapi seluruh masyarakat yang peduli pada keadilan dan kelestarian bumi. Dengan menjadikan prinsip halal sebagai dasar etika bisnis dan keberlanjutan sebagai tujuannya, kita bisa menciptakan ekonomi yang tidak hanya maju, tetapi juga membawa keberkahan bagi semua.

Nama : Raulmizal maulana
Fakultas : Teknik Informasi

Berita Terkait

Diskominfo Sumenep Siapkan Layanan Informasi Publik Terintegrasi hingga Tingkat Desa
DUOMAMA Resmi Diluncurkan! SDN Panaongan III Jadi Pelopor Kebangkitan Bahasa dan Budaya Madura di Pasongsongan Sumenep
Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, FORKOGAKUM Apresiasi Ketegasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas
Tuai Pujian Utusan Khusus Presiden, Ini Fakta Unik Tentang Busana DNC Wali Kota Kediri
Porprov XII NTB Dinilai Beri Dampak Ekonomi Besar, KAMMI NTB Dorong Persiapan PON 2028
KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:51 WIB

Diskominfo Sumenep Siapkan Layanan Informasi Publik Terintegrasi hingga Tingkat Desa

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:47 WIB

DUOMAMA Resmi Diluncurkan! SDN Panaongan III Jadi Pelopor Kebangkitan Bahasa dan Budaya Madura di Pasongsongan Sumenep

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:19 WIB

Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, FORKOGAKUM Apresiasi Ketegasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Senin, 27 Juli 2026 - 17:59 WIB

Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi

Senin, 27 Juli 2026 - 09:35 WIB

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas

Berita Terbaru