PROBOLINGGO, detikzone.id — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan pupuk NPK serta mesin rajang bagi petani tembakau melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) tahun 2025. Langkah ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas, kualitas bahan baku tembakau, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, menjelaskan bahwa tembakau merupakan komoditas yang tidak mendapatkan alokasi pupuk subsidi nasional. Karena itu, pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan langsung agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal.
“Target Pemda untuk membantu pupuk kepada petani tembakau sebenarnya mencapai Rp 5 miliar. Namun karena keterbatasan anggaran, tahun ini kami hanya mampu mengalokasikan sekitar Rp 2 miliar,” ujar Arif pada Selasa (25/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain bantuan pupuk, DBHCT juga menyediakan dukungan berupa benih untuk program diversifikasi tanaman. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi petani untuk menanam komoditas lain, seperti tanaman pangan dan hortikultura, meskipun berada di kawasan tembakau.
Arif menegaskan bahwa sebagian petani memang memilih beralih ke komoditas lain karena faktor ekonomi maupun kondisi lahan. Pemerintah daerah pun tetap memfasilitasi kebutuhan mereka selama masih sesuai dengan skema DBHCT.
“Alasan sebagian petani mengajukan komoditas selain tembakau untuk diversifikasi diperbolehkan, dan anggarannya tersedia. Termasuk benih jagung dan padi, tetap kami fasilitasi,” jelasnya.
Program ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga edukasi bagi petani mengenai pentingnya pengelolaan lahan secara berkelanjutan, pemilihan komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah, serta bagaimana memaksimalkan manfaat DBHCT untuk peningkatan ekonomi lokal.
Melalui penyaluran pupuk NPK dan mesin rajang tersebut, diharapkan para petani tembakau di Probolinggo dapat meningkatkan kualitas hasil panen dan memiliki alternatif produksi yang lebih stabil, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi pertanian daerah.
Penulis : Moch Solihin









