Miris! Hari Guru Nasional di Pemalang Diwarnai Aksi Demo Ratusan Guru Honorer Tuntut Kesetaraan Hak

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Sungguh Ironis bertepatan dengan perayaan Hari Guru Nasional, Ratusan Guru Honorer dan Non Dapodik ( Daftar pokok pendidikan) lakukan aksi demo di kantor pendopo Bupati Pemalang, pada Selasa ( 25/11 ).

Iham ,salah seorang Guru Honorer yang sudah 5 tahun mengajar di salah satu SMP di Kecamatan Moga, juga sekaligus kordinator aksi demo mengatakan, Jika aksi demo
intinya Ratusan Guru Honorer yang turun ke jalan tersebut, hanya ingin dimasukkan dalam Daftar Pokok Pendidikan ( Dapodik), sehingga ke depannya bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( P3K ).

” Kita sudah dijanjikan beberapa kali, dan ini kami gelar aksi demo yang ke -4 kali ini,” Ungkap Ilham pada Selasa siang ( 25/11 ).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurutnya, aksi demo bertepatan dengan hari Guru Nasional 25 November 2025 ini, terkait dengan janji pejabat di Dinas pendidikan,

Terpantau ratusan peserta demo , membentangkan beberapa spanduk sebagai bentuk tinutuan mereka, antara lain berbunyi
Guru = digugu lan di tiru guru sedang tidak baik baik saja,
Selamat hari guru berikan hak guru,
Kerja maksimal status minimal, hargai pengabdian kami dan
spanduk bertuliskan Penuhi aspirasi kami bukan hanya janji tapi berikan solusi nyata, juga tulisan Guru honorer tugas selalu di jalankan tetapi status tak di sahkan, serta banyak spanduk lain, yang intinya berisikan tuntutan para Guru dengan masa pengabdian bertahun-tahun tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan kabupaten Pemalang Ismun berada di lokasi aksi demo,akan tetapi belum memberikan pernyataan.

Hasil dari Aksi Demontrasi Oleh Forum Guru Honorer Kabupaten Pemalang Non Dapodik, menghasilkan nota kesepahaman dan di tandatangani oleh para pihak terkait, diantaranya berisikan
Menghentiian kebijakan GTT yang diubah menjadi PTT dilingkungan sekolah negeri dengan mengeluarkan surat penugasan resmi atau dokumen dengan istilah lain yang sama maksud dan tujuanya maksimal tanggal 1 Desember 2025.
b. Melaksanakan Desk GTT semua Guru Honorer atau GTT dalam batas waktu maksimal tanggal 1 Desember 2025.
3. Melaksanakan penginputan Dapodik bagi semua Guru Honorer atau GTT dilingkungan sekolah negeri Kab. Pemalang dengan batas waktu tanggal 14:Desember 2025.
4. Memberlakukan pengajuan NUPTK menggunakan SK kepala sekolah (sebagai penganti SK kepala Dinas) bagi GTT dilingkungan sekolah negeri Kab. Pemalang dengan batas waktu tanggal 14:Desember 2025. ( Ragil)

Berita Terkait

Diskominfo Sumenep Siapkan Layanan Informasi Publik Terintegrasi hingga Tingkat Desa
DUOMAMA Resmi Diluncurkan! SDN Panaongan III Jadi Pelopor Kebangkitan Bahasa dan Budaya Madura di Pasongsongan Sumenep
Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, FORKOGAKUM Apresiasi Ketegasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas
Tuai Pujian Utusan Khusus Presiden, Ini Fakta Unik Tentang Busana DNC Wali Kota Kediri
Porprov XII NTB Dinilai Beri Dampak Ekonomi Besar, KAMMI NTB Dorong Persiapan PON 2028
KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:51 WIB

Diskominfo Sumenep Siapkan Layanan Informasi Publik Terintegrasi hingga Tingkat Desa

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:47 WIB

DUOMAMA Resmi Diluncurkan! SDN Panaongan III Jadi Pelopor Kebangkitan Bahasa dan Budaya Madura di Pasongsongan Sumenep

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:19 WIB

Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, FORKOGAKUM Apresiasi Ketegasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Senin, 27 Juli 2026 - 17:59 WIB

Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi

Senin, 27 Juli 2026 - 09:35 WIB

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas

Berita Terbaru