PROBOLINGGO – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, diduga kurang tepat sasaran. Sebagian penerima bantuan diduga berasal dari masyarakat yang ekonominya tergolong cukup mampu.
Berdasarkan informasi yang diterima, penyaluran BLTS Kesra dilaksanakan mulai Rabu hingga Jumat di Pendopo Kecamatan Dringu. Tercatat sebanyak 1.801 KK dari 14 desa menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI senilai Rp 900.000 per KK, dengan total anggaran mencapai Rp 1.620.500.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
MS (40), salah satu warga Kecamatan Dringu, menyampaikan protes terkait pendataan penerima bantuan. Ia menilai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak terdata.
“Seharusnya bantuan diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu. Ini celakanya yang dapat malah ekonominya sudah cukup, payah,” ujar MS, Rabu (26/11/2025).
Sementara itu, Farida, Koordinator Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Dringu, menegaskan pihaknya hanya melakukan pendampingan penyaluran BLTS kepada penerima manfaat.
“Kami hanya mendampingi, data penerima sepenuhnya diterima dari pusat (Kementerian Sosial RI),” jelasnya melalui WhatsApp.
Upaya konfirmasi ke Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial tidak berhasil. Seorang staf menyarankan agar datang kembali di lain waktu karena Kabid sedang tidak berada di kantor.
Penulis : Moch Solihin






