Bikin Geleng-geleng! Belanja Tagihan Telepon DPRD Probolinggo Tembus Rp 305 Juta, Setara Harga Rumah Non Subsidi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD Probolinggo

Gedung DPRD Probolinggo

PROBOLINGGO — Belanja tagihan telepon DPRD Kabupaten Probolinggo kembali memancing gejolak di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, anggaran yang tercatat di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP mencapai Rp 305.980.000 hanya untuk kebutuhan 10.000 menit telepon interlokal pada tahun 2025. Nilai itu setara dengan harga satu unit rumah non-subsidi di wilayah Probolinggo.

Anggaran jumbo tersebut tercatat sebagai kegiatan Sekretariat DPRD Kabupaten Probolinggo. Namun anehnya, tidak ada rincian transparan bagaimana anggaran itu dihitung, digunakan, serta mengapa belanja sebesar itu bisa dilakukan tanpa proses lelang.

Padahal, pengadaan barang dan jasa pemerintah menekankan asas efisiensi dan akuntabilitas. Namun, publik justru mempertanyakan, telepon model apa yang bisa menghabiskan Rp 305 juta hanya untuk satu tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di media sosial, topik ini langsung memantik respons keras. Banyak warga menilai belanja fasilitas telekomunikasi itu terlalu berlebihan, apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.

Hamid (55), salah satu warga Kabupaten Probolinggo, turut menyuarakan kekecewaannya.

“Para wakil rakyat seharusnya lebih bijak memakai uang negara. Anggaran sebesar itu setara rumah non-subsidi, tapi dipakai buat telepon? Padahal masih banyak kebutuhan rakyat yang jauh lebih penting,” keluhnya.

Menurutnya, dana tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk peningkatan layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, maupun perbaikan infrastruktur desa.

“Masyarakat masih teriak soal jalan rusak dan akses kesehatan. Tapi DPRD malah nyaman dengan fasilitas mahal,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Probolinggo, Christian Yulius, yang semestinya memberi klarifikasi, justru menghindar dari konfirmasi. Pesan WhatsApp yang dikirim wartawan hingga berita ini tayang tidak kunjung dibalas.

 

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB