Warga Dungkek Sumenep Muak! Listrik Sering Padam Seenaknya

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelap gulita! Warga Desa Jadung, Dungkek, Sumenep, harus menelan kekecewaan saat listrik padam tiba-tiba (kiri)

Gelap gulita! Warga Desa Jadung, Dungkek, Sumenep, harus menelan kekecewaan saat listrik padam tiba-tiba (kiri)

SUMENEP – Di tengah gembar-gembor program unggulan dan klaim pelayanan terbaik, PLN kembali menunjukkan wajah asli pelayanan yang amburadul. Warga Kecamatan Dungkek, khususnya Desa Jadung, meradang karena listrik sering padam seenaknya, tak ada hujan, tak ada angin besar, bahkan tanpa pemberitahuan, Kamis, 4/12/2025.

Kondisi ini bukan sekali dua kali terjadi, tapi sudah menjadi langganan bahkan seperti penyakit komplikasi yang tak ada obat. Banyak pelaku usaha dan masyarakat yang merasa dirugikan, terutama saat aktivitas penting terganggu.

Ita, salah seorang warga mengaku geram dengan pelayanan PLN selama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau pemadaman listrik di Kecamatan Dungkek, khususnya di desa Jadung ini sudah seperi penyakit yang tak ada obat. Seringkali padam seenaknya tanpa pemberitahuan. Sudah muak dengan PLN,” ujar Ita.

Elly, seorang ibu rumah tangga, menambahkan, listrik  di desanya sudah terlalu sering padam tiba-tiba. Bahkan ia mengaku, anak-anaknya kerap tidak bisa belajar, pekerjaan rumah tertunda, dan kulkasnya harus mati.

“Ini sudah keterlaluan. Bahkan beberapa waktu yang lalu Laptop rusak gara gara pemadaman listrik mendadak,” tegasnya.

Ia menyebut, pemadaman listrik di Kecamatan Dungkek, khususnya di desanya itu sudah bisa ditebak.

“Kalau cuacanya mendung, gerimis, pasti sering padam,” jelasnya.

Elly berharap agar PLN memberikan kepastian dan jadwal pemadaman yang jelas.

“Kami ingin tahu kapan listrik dipadamkan, sehingga bisa menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Bukan lagi jadi korban listrik seenaknya mati,” tegasnya.

Sementara, Adi menyoroti ketidaksiapan PLN dalam menangani masalah ini. Menurutnya, pemadaman listrik harus disertai pemberitahuan, agar masyarakat bisa bersiap.

Adi mendesak PLN segera menyusun jadwal pemadaman yang jelas, atau setidaknya memberikan pemberitahuan sebelumnya.

“Kami bayar listrik, tapi pelayanan yang kami terima jauh dari kata layak. Ini harus ada perubahan nyata.” tegasnya.

Adi berharap PLN tidak hanya mengandalkan jargon dan iklan, tetapi benar-benar memberikan pelayanan yang konsisten dan profesional di lapangan.

Hingga berita ini terbit belum ada keterangan resmi dari pihak PLN Sumenep.

Kasus ini membuktikan bahwa di balik klaim program unggulan dan pelayanan terbaik, masalah klasik seperti pemadaman listrik seenaknya tetap menghantui masyarakat Dungkek.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB